Tata Niaga Hasil Pertanian

Thursday, April 13th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Tata Niaga Hasil Pertanian

Dalam bisnis pertanian, selain aspek produksi dan aspek permodalan, aspek pemasaran juga perlu mendapatkan perhatian agar tingkat keberhasilan bisnis ini dapat lebih tinggi dan keuntungan yang diperoleh akan lebih besar. Strategi pemasaran yang tepat akan memperpendek sistem atau mata rantai perdagangan, sehingga lost of benefit atau keuntungan yang hilang akibat panjangnya tata niaga perdagangan dapat dihindari.Pengertian pemasaran jauh lebih luas dari pasar. Di dalam pemasaran tercakup seluruh kegiatan yang berkaitan dengan usaha memasarkan produk, termasuk juga jalur pemasaran atau tata niaganya.PasarPasar dapat diartikan sebagai suatu organisasi tempat para penjual dan pembeli dapat dengan mudah saling berhubungan. Bagi pengusaha pertanian, pasar ialah tempat tuk melempar hasil produksinya. Dikenal ada beberapa macam pasar (saluran distribusi) dalam bisnis pertanian, antara lain pasar langsung atau saluran distribusi langsung, saluran distribusi tak langsung, dan eksportir.Sebelum sampai ke tangan konsumen, produk usaha pertanian ini hampir selalu lewat perantara. Jalan yang dilalui oleh produk agribisnis pertanian tersebut, dengan atau tanpa lewat perantara hingga sampai kepada konsumen dikenal dengan istilah jalur pemasaran atau jalur tata niaga.Pada umumnya jalur tata niaga ada dua macam yaitu jalur langsung sederhana dan jalur dengan perantara.Jalur tata niaga secara langsungDi sini produsen langsung berhadapan dengan konsumen. Harga yang dibayar konsumen sama besarnya dengan yang diterima produsen. Dengan demikian, dari segi harga, produsen akan mendapatkan harga yang wajar. Di lain pihak konsumen juga merasa untung sebab mendapat produk yang lebih segar. Meskipun demikian, jalur tata niaga ini mempunyai beberapa kelemahan seperti lingkup atau kapasitas pasar atau konsumen yang tak begitu luas, produsen tak tertarik tuk meningkatkan pendapatan dengan mengolah produk menjadi bentuk lain dan dengan harga yang lebih baik, serta produsen tak dapat meluaskan jaringan pemasaran sebab dengan meluaskan jaringan pemasaran, berarti terlepas dari profesinya sebagai petani atau produsen.Jalur tata niaga dengan perantaraJalur tata niaga ini melibatkan pedagang perantara sehingga produsen tak dapat langsung berhubungan dengan konsumen. Yang dimaksud dengan pedagang perantara yaitu pedagang yang mempunyai dan menguasai barang serta menyalurkan dengan tujuan mendapat keuntungan.Macam pedagang perantara yang biasa dijumpai dalam usaha pertanian ialah pedagang eceran, pedagang besar, dan pedagang pengumpul. Pedagang eceran ialah perantara yang menjual barang dagangannya langsung kepada konsumen akhir. Sementara pedagang besar ialah pedagang yang menerima produk pertanian dari petani atau pedagang pengumpul dan menyalurkan kepada pedagang kecil atau eceran. Sedangkan pedagang pengumpul ialah pedagang yang mengumpulkan sejumlah kecil produk dan beberapa produsen dan menjualnya dalam jumlah besar pada langganannya. Pendek kata, seluruh pedagang yang berfungsi sebagai penyalur dan produsen ke konsumen ialah pedagang perantara.Banyaknya pedagang perantara membuat mata rantai tata niaga menjadi semakin panjang. Akibatnya tingkat harga yang diterima petani relatif amat rendah dibanding dengan harga yang harus dibayar oleh konsumen. Tuk mengatasi hal ini, perlu adanya upaya memperpendek jalur tata niaga, di samping itu diperlukan juga upaya peningkatan efisiensi peranan lembaga tata niaga serta perbaikan sarana transportasi.(bd04)Baca juga : Peluang Toko Online Makin Besar

Source: http://www.berdesa.com/tata-niaga-hasil-pertanian/

Tata Niaga Hasil Pertanian | admin | 4.5