Sudah Lahir SWADESA, Si Jawara Pemasar Produk Desa

Sunday, April 30th, 2017 - Peluang Bisnis Desa

PELUANGUSAHABARU.info

Sudah Lahir SWADESA, Si Jawara Pemasar Produk Desa

Mimpi besar warga desa merebut pasar lokal dan sekaligus dapat bersaing dengan produk-produk pabrikan mendapatkan jawabannya. Namanya Swadesa, sebuah kekuatan ekonomi baru berbasis produktivitas warga desa yang didisain secara unik agar produk desa dan lokal Indonesia dapat bersaing dengan produk pabrikan dan asing yang kini menguasai pasar nusantara. Sehebat apa Swadesa?Mengambil semangat gerakan Swadesi di India yang berarti memanfaatkan produk yang dihasilkan negeri sendiri, Swadesa ialah bisnis model yang menggabungkan produk berkualitas dari berbagai pelosok nusantara terutama wilayah pedesaan dan para pelaku usaha lainnya lalu memasarkannya lewat dua jalur sekaligus yakni offline lewat jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia dan online lewat E-Commerce www.usahadesa.com.Sebagai sebuah toko Swadesa pertama lahir di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Uniknya, toko ini bertengger di Komplek Pom Bensin Jalan Parangtritis KM 4,5 di desa ini. Membagi diri menjadi dua ruangan seluas 70 meter, ruangan pertama berisi rupa-rupa makanan ringan dan sebuah tren baru: Kafe Rempah. Misinya tak main-main, Swadesa Panggungharjo ingin membangun isu pentingnya hidup sehat dengan mengkonsumsi minuman menyegarkan sekaligus membuat tubuh sehat sentosa. Aneka minuman seperti beras kencur, jahe, jahe campur sereh dan wedang uwuh, ramuan beragam bahan rempah alami khas Jogja, ada di sini. Hampir seluruh produk asli kreativitas warga Panggungharjo.Pengunjung dapat langsung ‘menyeruput’ hangatnya wedang uwuh yang masyhur itu langsung di mini bar di toko ini. Para pengunjung pom bensin yang pingin menyegarkan tenggorokan juga dapat menenteng beras kencur dingin dalam kemasan. Jangan salah, meski sebagian besar produk dipasok warga desa tetapi kualitas tak main-main, kemasannya juga tak kalah elok dengan produk makanan pabrikan.Ruangan kedua disebut Galeri Produk Panggungharjo. Isinya aneka rupa barang kerajinan mulai dari dompet kulit hingga lukisan, dari kalung hingga patung ‘nenek-nenek susuran’. Inilah pula ruangan yang menyajikan produk unggulan Panggungharjo yakni lurik dengan beragam corak memesona, kain jumput yang dibuat amat terbatas dengan corak menyejukkan mata juga beragam produk rajut tangan-tangan unggul desa ini. Sekedar informasi, Panggungharjo ialah Desa Terbaik se-Indonesia tahun 2015 lalu dan kondang sebagai Kampung Dolanan sebabnya beragam mainan anak tradisional juga tersedia di toko ini. Buktikan saja sendiri dan siap-siaplah terkejut sebab ternyata dari sebuah desa saja ada begitu banyak karya luar biasa.Inilah keunikan Swadesa, membeli produk lokal, mengajarkan cara mengemas produk dengan baik, mengajak seluruh warga desa berkreativitas lalu menjual hasil kreativitas mereka. Tapi bagaimana barang dapat terjual jika toko hanya dikunjungi orang yang juga lokal? Swadesa tak hanya mengandalkan orang yang langsung datang ke toko. Tahukah Anda, hampir seluruh produk di toko ini dapat dilihat, dicermati detailnya dan dibeli secara online lewat www.usahadesa.com, dari manapun dan kapanpun dari sudut bumi mana saja. Jadi, toko ini mempunyai dua lapak sekaligus, offline alias toko biasa dan offline alias toko di internet jagat maya.Jembatan bagi Warga Desa dan UKMIde Swadesa dicetuskan oleh Ari Adji HS, salah satu punggawa PT Usaha Desa Sejahtera. Ide ini dia rancang tuk membuka peluang bagi para produsen di wilayah pedesaan di seluruh nusantara dan usaha-usaha kecil agar dapat memanfaatkan internet tuk membangun kapasitas usaha. “ Dari sekitar 56 juta UKM di Indonesia, tak sampai 10 persen yang memanfaatkan internet tuk memasarkan produk atau belanja tuk memenuhi keperluan produknya. Ada banyak kendala mulai dari masalah gaptek, tak punya waktu online, masalah kualitas produk, volume produksi yang tak stabil hingga masalah ketakpercayaan diri sebab kapasitas usaha yang masih kecil. Swadesa dapat menjawab sebagian besar masalah itu,” ujar Adji, sapaan lulusan Fisipol Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto itu. Maka lahirlah konsep Swadesa.“ Swadesa ialah sebuah tempat seluruh orang membeli keperluannya sekaligus menjual produk yang dia butuhkan baik secara offline layaknya toko biasa maupun online sebagaimana E-commerce. Jadi, warga sebuah desa yang merantau di Jakarta dapat membeli makanan khas daerahnya dari Swadesa yang ada di desanya secara online sebab hampir seluruh produk yang dijual di toko Swadesa ada di usahadesa.com. Bisa juga seorang asal sebuah desa belanja aneka produk dan dibayar secara online tuk dapat diambil secara offline oleh keluarganya dari Swadesa di desa tersebut,” kata Aji. Bentuk Swadesa juga bakal beragam. “ Bisa berupa minimarket aneka keperluan sehari-hari hingga toko makanan atau camilan seperti di Panggungharjo. Sesuai potensi desa tempat Swadesa berdiri,” jepasnya.Siapa pepunya toko atau unit usaha Swadesa?Managing Director PT Usaha Desa Sejahtera Mohammad Najib menyatakan, Swadesa dapat dipunyai siapa saja, terutama kelompok masyarakat atau kolektif baik lewat BUMDesa, koperasi, kelompok kegiatan warga desa, kelompok profesional bahkan sekelompok ibu-ibu arisan. Seperti Swadesa Panggungharjo yang menjadi unit usaha BUMDesa Panggungharjo. “ Sebagai unit usaha Swadesa ialah punya kelompok masyarakat. Tetapi proses pembentukan, sistem manajemen dan jaringan interkoneksitasnya dijalankan sepenuhnya oleh PT Usaha Desa Sejahtera. Kamilah yang akan membuat seluruh Swadesa terkoneksi satu sama lain secara online sehingga terciptalah pasar yang berlipat besarnya sekaligus jaringan pasar yang tak terbatas,” katanya.Seluruh orang, kata Najib, tinggal buka www.usahadesa.com, di dalamnya bakal ada daftar Swadesa beserta produk-produk yang dijual pada masing-masing toko yang dapat dibeli online. “Kami telah membangun jaringan transaksi antara Swadesa sebagai toko Offline dan Usahadesa.com sebagai toko Online dalam satu jalur transaksi yang mudah bagi siapa saja. Termasuk transaksi jual beli antarSwadesi sendiri. Soalnya, salahsatu yang akan terjadi ialah Swadesa di sebuah desa di Jawa dapat kulakan atau beli produk dari Swadesa di pulau yang lain tuk dijual di Swadesa dengan harga grosir,” kata Najib.Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi menyatakan, ketertarikan BUMDesa Panggungharjo pada Swadesa sebab berbasis pada produktivitas warga desa. ” Ini dapat memicu peningkatan kualitas produk lokal tuk dapat bersaing dengan produk pabrikan yang saat ini menguasai pasar. Kami amat serius mendorong pentingnya membeli produk lokal Indonesia tuk memenuhi keperluan hidup. Soalnya, itu basis masyarakat mandiri ekonomi,” kata Kepala Desa Terbaik se-Indonesia ini. Maka, jadilah Panggungharjo bekerjasama dengan PT Usaha Desa Sejahtera sebagai desa pertama di Indonesia yang melahirkan Swadesa.(ary adji-2/berdesa)Foto: Berdesa.doc

Source: http://www.berdesa.com/telah-lahir-swadesa-si-jawara-pemasar-produk-desa-2/

Sudah Lahir SWADESA, Si Jawara Pemasar Produk Desa | admin | 4.5