Strategi Memilih dan Menentukan Jenis Usaha BUM Desa

Sunday, May 21st, 2017 - Usaha Desa

PELUANGUSAHABARU.info

Strategi Memilih dan Menentukan Jenis Usaha BUM Desa

” Sukasmanto, SE, M.SiPeneliti IRE dan Dosen STIE BBANKPermasalahan memilih dan menentukan jenis usaha yang akan dijalankan oleh BUM Desa ialah masalah yang harus dituntaskan. Ketika BUM Desa berdiri biasanya ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan BUM Desa telah mempunyai jenis usaha sebelumnya, telah mempunyai usaha pada saat pendiriannya, atau belum mempunyai usaha ketika BUM Desa didirikan. Bagi BUM Desa yang telah mempunyai atau menjalankan suatu jenis usaha tentu tak akan menjadi masalah tetapi bagi BUM Desa yang belum menentukan akan bergerak di bidang usaha tertentu pasti menjadi persoalan. Tulisan ini akan membahas bagaimana strategi memilih jenis usaha yang akan dikembangkan oleh BUM Desa.Jenis-jenis Usaha BUM DesaIbarat ketika kita mau makan di warung makan atau restoran, kita pasti dihadapkan pada berbagai pilihan makanan yang dapat kita pesan dari menu suatu restoran. Begitupun ketika BUM Desa mau mengembangkan satu atau beberapa unit usaha yang akan dikembangkan, seharusnya ada daftar menu bisnis yang dapat dipilih. Sesungguhnya Permendesa No. 4/Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa telah menyediakan menu bisnis yang dapat dipilih tuk dikembangkan yaitu pada pasal 19 sampai dengan pasal 24.Pemilihan dan penentuan jenis usaha yang akan dijadikan unit binis BUM Desa harus dilakukan dengan seksama dan pertimbangan yang matang. Jenis-jenis usaha yang dapat dikembangkan oleh BUM Desa harus menyesuaikan dengan keperluan dan potensi di desa serta peluang pasar yang menjanjikan. Sehingga unit usaha tersebut sanggup memberikan keuntungan bagi BUM Desa melaui nilai tambah ekonomi dan pasar dari bisnis tersebut. Klasifikasi jenis usaha BUM Desa menurut Permendesa No. 4/Tahun 2015 yang dapat dipilih dan dikembangkan meliputi (1) bisnis sosial sederhana yang memberikan pelayanan umum kepada masyarakat, (2) bisnis penyewaan barang, (3) usaha perantara yang memberikan jasa pelayanan kepada warga, (4) bisnis yang berproduksi dan/atau berdagang barang-barang tertentu, (5) bisnis keuangan yang memenuhi keperluan usaha-usaha skala mikro, dan (6) usaha bersama sebagai induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat Desa. Keenam klasifikasi jenis-jenis usaha tersebut dapat dipilih oleh BUM Desa sesuai dengan keperluan dan potensi yang ada di masing-masing desa. Jenis-jenis usaha dalam klasifikasi ini jika dikembangkan oleh BUM Desa mempunyai daya ungkit ekonomi bagi masyarakat yang besarPertama, bisnis sosial (social business) sederhana yang memberikan pelayanan umum (serving) kepada masyarakat dengan memperoleh keuntungan finansial. Peluang pengembangan jenis-jenis usaha dalam klasifikasi ini paling menarik sebab keperluan dan potensi di desa relatif tersedia. Tetapi potensi keuntungannya memang relatif terbatas sebab fungsi sosialnya haruslah lebih ditonjolkan. Sebagai contoh unit usaha dalam BUM Desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan teknologi tepat guna, yang meliputi:
 air minum Desa;
usaha listrik Desa; SPBU Desa, lumbung pangan; dan sumber daya lokal dan teknologi tepat guna lainnya.Kedua, bisnis penyewaan (renting) barang tuk melayani keperluan masyarakat Desa dan ditujukan tuk memperoleh Pendapatan Asli Desa, misalnya menjalankan kegiatan usaha penyewaan yang meliputi: alat transportasi; 
perkakas pesta; gedung pertemuan; 
rumah toko (ruko); 
tanah punya Desa; dan 
barang sewaan lainnya. Peluang BUM Desa tuk menjalankan jenis-jenis usaha ini juga amat besar sebab usaha ini relatif mudah tuk dijalankan. Tetapi hati-hati menyewakan fasilitas publik. Jangan sampai desa dapat dicap “komersil” oleh warganya sebab membebani biaya sewa pada fasilitas atau barang publik yang biasanya bebas biaya sewa.Ketiga, usaha perantara (brokering) yang memberikan jasa pelayanan kepada warga. Kegiatan usaha perantara yang dapat dikembangkan misalnya:
jasa pembayaran listrik, jasa penyaluran pupuk bersubsidi, pasar Desa tuk memasarkan produk yang dihasilkan masyarakat, dan 
jasa pelayanan lainnya.Keempat, bisnis yang berproduksi dan/atau berdagang (trading) barang-barang tertentu tuk memenuhi keperluan masyarakat maupun dipasarkan pada skala pasar yang lebih luas.  Sebagai contoh kegiatan usaha produksi misalnya
pabrik es;
pabrik pupuk organik, pabrik asap cair; sumur bekas tambang; dan
kegiatan bisnis produktif lainnya. Contoh tuk kegiatan usaha perdagangan misalnya pemasaran 
hasil pertanian;
sarana produksi pertanian;
produksi kerajinan desa, pemasaran komoditas atau produk unggulan desa, dan perdagangan lainnya.Kelima, bisnis keuangan (financial business) yang memenuhi keperluan usaha-usaha skala mikro yang dijalankan oleh pelaku usaha ekonomi Desa yang dapat memberikan akses kredit dan peminjaman yang mudah diakses oleh masyarakat Desa. Pengembangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Lembaga Kredit Mikro (LKM), pegadaian desa, dan lainnya ialah contoh jenis usaha yang dapat dikembangkan dalam klasifikasi usaha ini. Peran bisnis keuangan ini ialah menghubungkan warga yang mempunyai kelebihan dana dengan warga yang membutuhkan dana. Walaupun tak ada pantangan tuk memberikan kredit konsumsi tetapi seyogyanya lembaga keuangan ini lebih memprioritaskan kredit tuk keperluan produktif.Keenam, usaha bersama (holding) sebagai induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat Desa baik dalam skala lokal Desa maupun kawasan perdesaan, misalnya kegiatan usaha bersama meliputi:
pengembangan kapal Desa berskala besar tuk mengorganisasi 
nelayan kecil agar usahanya menjadi lebih ekspansif; Desa Wisata yang mengorganisir rangkaian jenis usaha dari kelompok masyarakat; terminal agribisnis desa/kawasan pedesaan yang mengatur tata niaga beberapa komonditas unggulan desa, dan 
kegiatan usaha bersama yang mengkonsolidasikan jenis usaha lokal 
lainnya. Bagaimana agar tak gagal?Ketika berbicara tentang bisnis maka yang paling dicari ialah peluang dari beberapa jenis usaha yang menguntungkan. Begitupun dengan bisnis BUM Desa. Seluruh hal yang ada Desa mempunyai potensi menjadi usaha yang menguntungkan. Namun tak banyak yang jeli dalam memanfaatkan potensi di desa yang begitu banyak. Modal banyak yang dipunyai oleh BUM Desa belumlah cukup tuk sukses dalam mengembangkan usaha BUM Desa. Kuncinya justru pada memilih dan menentukan jenis usaha yang tepat bagi BUM Desa. Pemilihan dan penentuan jenis usaha yang akan dikembangkan BUM Desa membutuhkan kepekaan. Pemahaman pada jenis usaha yang akan dijalani oleh BUM Desa menjadi syarat mutlak.Terdapat beberapa kesalahan yang dapat menyebabkan BUM Desa gagal dalam membangun bisnis. Kesalahan pertama ialah memilih peluang usaha yang sembarangan. Banyak BUM Desa hanya ikut-ikutan atau latah dalam memilih peluang usaha, misalnya memilih peluang usaha yang telah ketat persaingannya, telah jenuh pasarnya, memilih ide hanya sebab telah punya produknya. Perlu diingat bahwa keuntungan akan mendatangi ide yang hebat dan inovatif.Kesalahan kedua ialah kegagalan dalam mengakses sumber daya yang sebenarnya telah tersedia tetapi tak tahu cara mengakses sumber daya (potensi) tersebut. Kesalahan ketiga ialah mengambil keputusan atau bertindak yang salah, tak bekerja cerdas, dan tak bertindak secara efektif (mengarah pada tujuan). Kesalahan keempat tak sanggup mengelola bisnis dengan baik dan benar mulai dari masalah keuangan, produksi, kualitas, dan sumber daya manusia. Kesalahan terakhir ialah bersaing tetapi kalah bersaing.Beberapa strategi membangun bisnis BUM Desa agar tak gagal atau memperkecil resiko gagal dapat diterapkan. Secara konsep, BUM Desa tak akan gagal jika mengikuti strategi berikut ini. Pertama, memilih jenis usaha yang relatif kecil persaingannya terutama bagi BUM Desa yang baru berdiri. Banyak peluang-peluang bisnis yang persaingannya rendah namun harus jeli menangkap peluang tersebut.Kedua, memilih ide usaha/bisnis yang brilian. Risiko kegagalan bisnis BUM Desa akan kecil jika peluang usahanya benar-benar brilian. Ketiga, betul-betul mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan mengetahui bagaimana cara memenuhinya. Keempat, tak bimbang, fokus, bertindak tanpa henti dan penuh determinasi. Berani dan jangan berhenti bertindak, mencoba, dan selalu memperbaiki kesalahan. Terakhir, mengelola sumber daya sebaik mungkin. Arahkan seluruh sumber daya yang ada ke arah tujuan BUM Desa yang telah ditetapkan.Kuncinya ialah menggali keperluan dan potensi seoptimal mungkin dari seluruh sumber daya yang dipunyai oleh Desa. Jika BUM Desa sanggup menggali seluruh potensi yang ada, maka usaha/bisnis akan berjalan dan berkembang terus. Strategi pengelolaan BUM Desa tak dapat dilakukan secara instan, tetapi sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan atau dinamika keperluan dan potensi desa serta inovasi yang sanggup dilakukan oleh BUM Desa.Baca juga : Seluruh Tentang BUMDesa ”

Source: http://www.berdesa.com/strategi-memilih-dan-menentukan-jenis-usaha-bum-desa/

Strategi Memilih dan Menentukan Jenis Usaha BUM Desa | admin | 4.5