Segudang Potensi Pariwisata Bayat

Friday, April 21st, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Segudang Potensi Pariwisata Bayat

.entry-content .wpb_column{float:right} Bayat ialah salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah paling selatan. Sebelah selatan berbatasan langsung dengan Kecamatan Ngawen dan Gedangsari, Gunungkidul. Sebelah Utara dengan Kecamatan Trucuk, Klaten, lalu sebelah Barat dengan Kecamatan Wedi, Klaten dan sebalah timur dengan Kecamatan Cawas, Klaten. Kecamatan Bayat terdiri dari 18 desa dan setiap desa mempunyai kekhususan tersendiri. Kekhususan tersebut diantaranya seperti dalam bidang kondisi tanah, air, kuliner, kerajinan tangan, ziarah dan sebagainya. Kecamatan Bayat dibelah oleh sebuah sungai yang bernama Sungai Dengkeng dan sungai ini dijadikan irigasi pertanian.Jenis pariwisata setaknya dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu kriya, alam, seni/budaya dan kuliner. Jika kaca mata itu dijadikan tuk melihat Bayat, maka keempat jenis ini seluruh ada di Bayat.Pertama, pariwisata jenis kriya. Jenis ini ialah kelompok objek wisata yang berhubungan dengan kriya atau kerajinan. Di Bayat terdapat banyak desa yang mempunyai potensi kerajinan yang sanggup dijadikan destinasi wisata. Batik diantara wisata kriya yang dipunyai Bayat dan telah terkenal. Ada tiga desa yang mempunyai potensi batik, yaitu Desa Jarum, Desa Kebon dan Desa Paseban. Batik dari masing-masing desa tersebut mempunyai ciri khas tersendiri. Potensi kriya lainnya yaitu gerabah yang terletak di Desa Paseban. Gerabah ini sedikit berbeda dari keramik yang ada di Wedi, walaupun bahannya sama dari tanah liat. Dalam hal ini gerabah lebih banyak dihasilkan tuk perkakas rumah tangga, seperti keren (tungku tanah), layah (alat tuk menghaluskan bumbu dapur), kuwali (sejenis wajan tanah), dan lainnya. Pembuatannya masih tradisional dan pemasarannya juga masih tradisional. Satu lagi yang unik dari gerabah ini, yaitu adanya pasar uwuh (pasar sampah) yang buka hanya di hari tertentu dan bubar sebelum matahari terbit. Di sana hanya menjual sampah yang digunakan tuk membakar gerabah, ada daun, ranting, batang pohon kecil dan sebagainya. Selain itu di Desa Ngerangan terdapat industri pembuatan gerobak angkringan. Sebab Ngerangan sendiri ialah asal mula angkringan menyebar sampai Nusantara.Kedua, pariwisata jenis alam yang mempesona mata dan memikat hati. Bayat terkenal dengan Rowo Jombor yang terletak di Desa Krakitan. Air rawa yang bersih digunakan sebagai karamba tuk memelihara ikan. Sejak dahulu Krakitan terkenal sebagai penghasil ikan yang melimpah, bahkan di selatan rawa ada pasar yang namanya pasar iwak (pasar ikan). Rowo Jombor juga terkenal dengan warung apungnya yang mengapung di atas rawa. Warung apung ini telah pernah diliput oleh salah satu stasiun televisi nasional. Potensi wisata alam yang dipunyai Bayat ialah sungai. Seperti yang pernah disinggung di atas, Bayat dibelah oleh Kali Dengkeng. Bisa jadi sungai tersebut dikembangkan menjadi susur sungai dari hulu Bayat sampai hilir Bayat. Selanjutkan banyaknya bukit-bukit di Bayat yang layak dijadikan traveling bagi pecinta alam, seperti di Desa Wiro, Desa Tawangrejo, Desa Paseban, Desa Krikilan, Desa Jotangan, dan Desa Gununggajah. Bisa pula bukit yang ada dikembangkan menjadi gardu pandang yang langsung memandang Klaten dari kejauhan dan khususnya Rowo Jombor dari atas. Bahkan di Bayat juga terdapat Bumi Perkemahan yang saat ini dibiarkan menganggur. Sawah di daerah Bayat bagian Utara dapat dijadikan “Desa Pertanian” tuk edukasi pertanian, khususnya bagi anak-anak. Sebab daerah ini ialah daerah persawahan yang dialiri air dari Kali Dengkeng. Di daerah Bayat terdapat statiun geologi punya UGM, hal ini menunjukkan adanya kekayaan geologi yang dipunyai Bayat, bahkan di Desa Tegalrejo, Desa Dukuh, Desa Jambakan, Desa Jarum terdapat areal penelitian khusus batu. Bahkan berdasarkan kesimpulan awal, di Bayat juga terdapat bekas gunung api purba atau setaknya bagian dari wilayah itu. Perbukitan kapur yang melimpah di Bayat dimungkinkan ialah bekas lautan yang oleh sebab unsur kerja alam menjadi daratan. Hal itu dibuktikan di perbukitan kapur dekat Rowo Jombor pernah diteliti dan ditemukan fosil hewan laut. Selain itu dekat lokasi yang dianggap gunung berapi itu di dalam tanah terdapat cekungan air payau yang melimpah, hal ini diketahui pada waktu PNPM Mandiri Perdesaan hendak mengebor tuk sumur.Ketiga, pariwisata jenis seni/budaya. Bayat mempunyai banyak potensi wisata dalam bidang seni/budaya. Mayoritas masyarakat Bayat masih memegang tradisi yang baik warisan leluhur. Setiap syawalan di Rowo Jombor diadakan “Labuhan Kupat” yang didukung sepenuhnya oleh Pemda Klaten, bahkan puluhan gunungan ketupat dikoordinir Kabupaten tuk ikut serta. Usai itu setiap Bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa diadakan “Pekan Haul” di kompleks Makam Sunan Pandanaran di Paseban. Pekan Haul ini ialah serangkaian acara tuk memperingari Haul Agung Sunan Pandanaran. Diawali dengan pengajian akbar dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam stuk, serta selama sepekan diadakan berbagai macam kegiatan kesenian. Di daerah persawahan, seperti di Desa Wiro, Desa Kebon, Desa Talang dan Desa Tawangrejo masih diadakan beberapa ritual adat sebagai rasa syukur kepada Tuhan. Ritual ini seperti kenduri wiwitan yang diadakan sebelum panen dan kenduri tedunan yang diadakan setelah menanam padi yang diadakan di sawah. Bahkan di Dukuh Wiro, Desa Wiro masih diadakan Merti Dusun atau Rasulan atau Sedekah Bumi yang diadakan setiap pasca panen setiap dua tahun sekali. Sedangkan mayoritas masyarakat Bayat masih mengadakan Sadranan setiap menjelang Bulan Suci Ramadhan. Dengan diadakan bersih kuburan, malam tirakatan dan kenduri bersama di bangsal kuburan. Bahkan di Desa Kebon ditambahi dengan adanya pagelaran wayang kulit semalam stuk. Di bidang kesenian, di Bayat terdapat banyak kelompok kesenian, seperti sholawatan, karawitan, jathilan, campursari, laras madyo, cokekan, dan sebagainya.Walaupun sekarang terkesan mati, tapi Bayat menyimpan sejarah dan mitos yang besar. Jika berbicara soal seni/budaya tak lupa kita singgung mengenai sejarah. Bayat terdapat makam dan cerita yang berkaitan dengan sejarah besar. Sultan Hadiwijaya kehilangan ‘wahyu keprabon’ ketika tak sanggup berziarah ke Makam Sunan Pandanaran Bayat dan kalah dari Panembahan Senopati, terjadi ‘Perang Dingin’ Kajoran melawan Amangkurat dari Mataram, peran Bayat dalam Perang Diponegoro. Bayat juga banyak makam Orang Besar, seperti; Adipati Pandanaran; Ki Ageng Giring, yang menjadi Leluhur Raja Mataram dinasti Surakarta dan Yogyakarta; Syekh Domba dan Syekh Kewel yang menjadi aktor dibalik penamaan Salatiga; dan masih banyak lagi. Mereka memilih Bayat yang notabene pinggiran sebagai tempat akhir hayat, dimungkinkan sebab kultur masyarakat Jawa yang suka mencari ketenangan. Bisa jadi sebab mereka dikucilkan dari keramaian Kraton. Namun dapat jadi ingin mendekat dengan sosok Sunan Pandanaran yang ialah ‘suksma’ dari Brawijaya secara dunia Kejawen. Bahkan banyak tokoh nasional yang pernah (bahkan rutin) berziarah ke Makam Sunan Pandanaran.Keempat, pariwisata jenis kuliner. Siapa sich yang tak kenal angkringan, bahkan hampir setiap orang pernah mampir di angkringan ini. Entah di pinggir jalan, di emperan toko sampai dibuat kafe. Namun masih banyak yang tak tahu dari mana angkringan ini lahir. Kuliner murah dan merakyat ini bukan hanya sebagai tempat jajan tapi sebagai tempat obrolan lepas masyarakat. Mulai dari isu tetangga, masalah artis bahkan kehidupan politik. Jajanan khasnya sego kucing (nasi kucing) dan wedang jahe namun di Jogja ada yang namanya kopi joz. Tempat nongkrong yang satu ini di setiap daerah namanya berbeda-beda, namun yang pasti asalnya dari satu desa. Desa Ngerangan yang masih wilayah Kecamatan Bayat inilah tempat kelahiran kuliner favorit mahasiswa. Selain itu di Bayat juga terkenal dengan Serabi Bayat yang terdapat dalam cerita perjalanan Sunan Pandanaran dari Semarang, namun serabi ini mulai langka. Selanjutnya dawet bayat, jenang bayat, seragon bayat dan intip bayat yang menjadi oleh-oleh khas Makam Sunan Pandanaran. Di Rowo Jombor ada Warung Apung dengan aneka masakan dari ikan tawar yang siap memanjakan lidah pengunjung. Daerah Desa Bogem terdapat Srikaya Krikil (srikaya kerikil) yang kecil dan menjadi buah khas Pasar Jalen, Pasarnya Kecamatan Bayat. Kemudian selain Srikaya di Pasar Jalen juga terdapat tempe koro dari kacang koro yang hanya tumbuh di daerah kurang air.Begitu melimpahnya kekayaan potensi pariwisata Bayat. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan dan difasilitasi dengan baik. Perlu adanya pariwisata terpadu dengan membangun kawasan pariwisata. Pemerintah Kabupaten lewat Kecamatan memfasilitasi kerjasama antar desa, jika dimungkinkan membentuk BUMDes Bersama. Sehingga jika pengunjung berlibur tak hanya mendapatkan satu atau dua objek wisata saja, melainkan mendapatkan banyak paket wisata yang dapat dipilih. Namun yang tak kalah pentingnya ialah dengan melakukan penyamaan persepsi antara masyarakat, Pemerintah dan pihak ketiga. Tuk masyarakat wajib sadar jika kelak desanya menjadi objek wisata sehingga sikapnya harus baik dan sopan-santun. Mulai dilatih tuk belajar bahasa Inggrisnya, tuk persiapan jika ada wisatawan dari manca-negara.Bagi pemerintah harus memberikan fasilitasi tuk kemajuan pariwisata, seperti:gencar berpromosi dan menggait biro wisata;penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, seperti: kamar mandi, parkir, pusat kuliner dan pastinya home stay khusus pengunjung.;penataan wisata yang memadai;pelatihan-pelatihan bagi masyarakat;tak kalah pentingnya ialah kebijakan dan bantuan dana.Sedangkan bagi pihak ketiga, seperti: CRS Perusahaan, Perguruan Tinggi, LSM, Lembaga Donor dan sebagainya itu membantu dari segi pelatihan, pendanaan, fasilitasi dalam eksekusi kegiatan dan ikut serta pemasaran. Sehingga jika seluruhnya dilibatkan maka ada roso handarbeni (rasa mempunyai) dalam dada setiap warga desa. Close Minardi Kusuma      0.4( 1 ratings ) jQuery(‘#rate-77’).raty({ halfShow : true, half: true,click: function(score,evt){ ratebyuid(“77”,score); },score: 0.42222188313802, path: “http://www.berdesa.com/wp-content/plugins/userpro-rating/images/” }); 1 artikel 0 following 0 followers div.userpro-awsm-pic{margin-left:-48px;top:-48px;}div.userpro-awsm-pic img{width:86px;height:86px;}div.userpro,div.emd-main,div.emd-filters,div.userpro-search-results,div.userpro-label label,div.userpro input,div.userpro textarea,div.userpro select,div.userpro-field textarea.userpro_editor,div.userpro-msg-overlay-content,div.userpro-msg-overlay-content input,div.userpro-msg-overlay-content textarea,div.userpro-notifier{font-family:Open Sans;}div.userpro-694{max-width:100%;margin-left:auto;margin-right:auto;margin-bottom:30px;}div.userpro-694.userpro-nostyle{max-width:250px;}div.userpro-694.userpro-users{max-width:100%!important;}div.userpro-694 div.userpro-user{margin-top:15px;margin-left:30px;margin-right:30px;}div.userpro-694 div.userpro-user a.userpro-user-img{width:120px;height:120px;}div.userpro-694 div.userpro-user a.userpro-user-img span{top:-120px;line-height:120px;}div.userpro-694 div.userpro-user div.userpro-user-link{width:120px;}div.userpro-694 div.userpro-user a.userpro-user-img,div.userpro-694 div.userpro-user a.userpro-user-img span{border-radius:999px!important;}div.userpro-694 div.userpro-list-item-i{width:50px;height:50px;}div.userpro-694 div.userpro-online-item-i{width:30px;height:30px;}div.userpro-694 div.userpro-online-item{border-bottom:0px!important;padding:10px 0 0 0;}div.userpro-694 div.userpro-online-item img.userpro-profile-badge,div.userpro-694 div.userpro-online-item img.userpro-profile-badge-right{max-width:14px!important;max-height:14px!important;}div.userpro-694 div.userpro-profile-img{width:80px;}div.emd-user{width:23%;margin-left:1%!important;}div.userpro-profile-img img,div.userpro-pic-profilepicture img,div.userpro-list-item-i,div.userpro-list-item-i img,div.userpro-online-item-i,div.userpro-online-item-i img,div.userpro-post.userpro-post-compact div.userpro-post-img img,a.userpro-online-i-thumb img,div.userpro-awsm-pic img,div.userpro-awsm-pic,div.userpro-sc-img img{border-radius:3px!important;}

Source: http://www.berdesa.com/segudang-potensi-pariwisata-bayat/

Segudang Potensi Pariwisata Bayat | admin | 4.5