Sebagian Besar Warga Indonesia Belum Tahu MEA

Monday, April 10th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Sebagian Besar Warga Indonesia Belum Tahu MEA

Meski telah mulai diberlakukan pada akhir 2015 lalu tetapi kehadiran Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) baru sedikit yang tahu. Hasil survai Litbang Kompas Desember 2015 lalu menyuguhkan data, pada masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp. 1,5 juta per bulan hanya 1,1 persen saja yang paham mengenai MEA, 23,2 persen hanya pernah mendengar atau tahu sedikit dan 75,7 persen tak tahu sama sekali. Para pelaku UKM ialah bagian masyarakat yang masuk kategori belum tahu.Pada masyarakat berpenghasilan Rp. 1,5 juta hingga Rp. 3 juta hanya 3,9 persen yang memahami MEA, 28 persen mengaku tahu sedikit dan 67, 9 persen sama sekali tak tahu. Sementara pada masyarakat berpenghasilan di atas Rp. 3 juta perbulan baru 6,5 persen yang tahu, 43,5 persen tahu sedikit dan 43,5 persen mengaku tak tahu.Fakta ini menunjukkan masih minimnya sosialisasi mengenai pasar bebas ASEAN. Akibatnya sebagian publik merasa kawatir kehadiran MEA bakal banyak merugikan Indonesia ketimbang membuka peluang. Mereka kawatir kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama pelaku UKM Indonesia bakal kalah saing dengan beberapa negara lain di ASEAN sehingga akhirnya banyak tenaga kerja dari negara lain menyerobot kesempatan kerja dan menguasai ekonomi. Jika ini terjadi, kalangan UKM ialah kelompok yang paling dirugikan.Kekawatiran ini muncul sebab Indonesia mempunyai jumlah penduduk terbesar di kawasan ini yakni mencapai 40 persen dari 600 juta orang warga ASEAN. Besarnya jumlah penduduk berarti juga besarnya pasar yang ada di negeri ini. Padahal MEA ialah dimulainya pasar bebas ASEAN menuju pasar tunggal ASEAN. Konsekuensinya ialah, barang, jasa dan tenaga kerja mudah keluar masuk negara-negara ASEAN.Tetapi hal tersebut masih sebatas kekawatiran sebab diprediksi MEA juga bakal membangun banyak peluang baru bagi Indonesia. Riset Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengungkap, MEA diperkirakan akan membuka 14 juta lapangan kerja baru dan sanggup meningkatkan taraf hidup 600 juta penduduk di Asia Tenggara. Lowongan kerja paling besar ialah lapangan bagi SDM berketerampilan tinggi sebesar 41 persen atau 14 juta.Sementara lowongan kerja keterampilan menengah tumbuh 22 persen atau sekitar 38 juta dan pekerjaan berketerampilan rendah bakal membuka lowongan tuk 12 juta orang. Ini ialah peluang besar bagi angkatan kerja di Indonesia tuk merebut peluang menguasai ASEAN. Masalahnya ialah, sanggupkah tenaga kerja Indonesia bersaing dengan tenaga kerja negara lain di ASEAN. Soalnya MEA memungkinkan tenaga kerja seperti medis, akuntan, insinyur dan pengacara dari luar negeri membuka praktik di negeri ini.UKM ialah kalangan yang harus siap bersaing pada era ini. JIka pelaku UKM di Indonesia sanggup menunjukkan kualitas nya maka Indonesia bakal menjadi raja ekonomi baru di ASEAN. Hal ini amat mungkin terjadi sebab Indonesia ialah negara dengan jumlah penduduk paling besar yang berarti mempunyai SDM yang paling besar pula. Maka telah pasti saat ini UKM harus meningkatkan kualitas barang dan jasa yang mereka produksi agar sanggup bersaing dan menjadi pemimpin ekonomi di ASEAN. (dji-1)foto: google

Source: http://www.berdesa.com/sebagian-besar-warga-indonesia-belum-tahu-mea/

Sebagian Besar Warga Indonesia Belum Tahu MEA | admin | 4.5