Produk Desa & Ekonomi Kreatif

Sunday, April 16th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Produk Desa & Ekonomi Kreatif

Seiring perubahan perekonomian dunia, perekonomian Indonesia pun mau tak mau harus ikut berubah. Pada masa tahun 80an, perekonomian Indonesia belum akrab mengenal sistem ekonomi kreatif. Kini Indonesia telah mulai menggerakkan kegiatan ekonomi yang disebut sebagai ekonomi kreatif.Definisi ekonomi kreatif menurut kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif: industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu tuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan lewat penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.Berdasar batasan ini jelas sekali orientasi ekonomi kreatif ialah individual, sumber daya manusia (SDM) kreatif dan inovatif. Banyak orang kreatif, sanggup menghadirkan karya-karya kreatif yang bernilai ekonomi tapi enggan atau tak sanggup menangkap peluang ekonomi yang ada dalam karya-karyanya.Gerakan “Satu Desa Satu Produk”Dalam konteks ekonomi yang berbasis pedesaan, salah satu gerakan ekonomi kreatif ialah gerakan ‘satu desa satu produk’ atau one village one product (OVOP). Gerakan OVOP telah menarik perhatian dari daerah yang berpenghasilan rendah yang tak dapat menarik industri teknologi tinggi dan juga dari orang-orang yang bekerja di bidang pengentasan kemiskinan dan masalah sosial. Gerakan ini merekomendasikan penduduk yang tinggal di daerah-daerah tersebut tuk menggunakan sumber daya lokal yang diproses dan dikemas sedemikian rupa agar dapat dibawa dan bersaing di pasar.Penduduk setempat dipupuk tuk mempunyai kesadaran atas potensi mereka sendiri dan sumber daya yang ada di wilayah mereka diakui sebagai kekayaan lokal. Kontinuitas menjadi sumber kekuatan utama tuk menjadikan produk-produk yang dihasilkan mempunyai nilai tambah tinggi disertai dengan adanya jaminan atas penjualan dan pengembangan sumber daya manusia.Jika diperhatikan secara seksama gagasan program OVOP akan berhasil apabila masyarakat dan pemerintah mempunyai visi yang sama tentang potensi lokal yang berbasis budaya. Produk-produk anyaman pandan di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah sebenarnya termasuk dalam gagasan dasar Morihiko Hiramatsu yaitu Local Yet Global. Banyak vendor yang berkiprah dalam bisnis produk-produk tersebut dengan cara mengambil bahan setengah jadi dan produk ¾ jadi dari perajin Desa Grenggeng dan sekitarnya.Konsep OVOP dan Ekonomi Kreatif menempatkan pembangunan dan pengembangan SDM sebagai faktor penting. Sasaran yang dituju OVOP ialah produk lokal yang berorientasi global dengan pendekatan komunal. Sementara itu, ekonomi kreatif menggunakan pendekatan individual. OVOP mengedepankan nilai tambah atas produk yang telah ada smentara ekonomi kreatif melakukan pembaruan atas produk atau jasa yang telah ada atau justru menghadirkan produk dan jasa yang benar-benar baru dalam suatu proses inovatif. Perbedaan keduanya dapat dijembatani dengan kebijakan politik pemerintah yang kondusif. Tumpang tindih dan “perebutan wewenang” menangani kedua potensi kreatif masyarakat justru akan mematikan jalan menuju Indonesia sejahtera, adil dan makmur.(bd01)Baca juga : Strategi Menjual Produk Desa

Source: http://www.berdesa.com/produk-desa-ekonomi-kreatif/

Produk Desa & Ekonomi Kreatif | admin | 4.5