Pendamping Desa: Mau Dibawa Kemana?

Sunday, May 28th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Pendamping Desa: Mau Dibawa Kemana?

Menjadi pendamping desa ialah hak seluruh anak bangsa. Asal punya kompetensi yang dipersyaratkan, tentu dapat berkompetisi. Para pegiat desa, baik yang selama ini bergabung dalam pemberdayaan masyarakat desa lewat program pemerintah seperti PNPM, maupun lewat inisiasi komunitas sebagaimana Komunitas Gerakan Desa Membangun (GDM), ialah contoh entitas yang mempunyai pengalaman cukup dalam mendampingi desa.Jika suatu saat konsep pendamping desa sebagai tenaga pendamping profesional ini menjadi kebijakan yang harus dijalankan pemerintah, maka jangan sampai pendampingan desa itu kehilangan wataknya yang independen, kritis dan transformatif.Sayangnya wacana yang berkembang justru membingungkan dan membahayakan independensi kerja-kerja pendampingan desa. Salah satunya ialah bahwa pendampingan masyarakat desa akan menjadi hak otonom dari pemerintah kabupaten. Sebab itulah pemerintah kabupaten yang akan melakukan rekrutmen dan menggaji pendamping desa.Memang tak salah bahwa pemerintah kabupaten punya hak tuk mengadakan pendamping desa, namun pendamping desa punya pemerintah kabupaten ini tak akan dapat berbuat banyak. Pendamping desa yang direkrut dan dibiayai dari APBD kabupaten, tak akan punya daya tahan atas intervensi dari birokrasi kabupaten. Sebagai anak buah dari Bapemas kabupaten, mereka akan menghadapi dilema tersendiri atas intervensi yang dimungkinkan datang dari birokrasi daerah.Hubungan kerja antara pendamping desa dengan Bapemas Kabupaten dapat menyandera pendamping tuk menjadi pihak yang netral. Tak menutup kemungkinan pendamping justru akan berkomplot dengan oknum-oknum birokrasi tuk mengambil keuntungan pribadi. Menghadapi benturan kepentingan pribadi itu, Pendamping desa punya kabupaten, tak akan dapat berbuat banyak dalam mengawal implementasi UU Desa. Tak banyak yang dapat diharapkan dari kondisi pendampingan seperti ini.Kasus kriminalisasi Faskab Timor Tengah Selatan, Hregorius Rato, ialah bukti nyata bagaimana parahnya akibat yang ditimbulkan jika oknum bapemas telah berkonspirasi dengan fasilitator. Bahkan rekan Gorius yang datang kemudian tuk meluruskan masalah akibat konspirasi itu, hingga kini justru menjadi korban. Bagaimana jika nanti Bapemas mengendalikan pendamping desa yang bertugas mengawal dana desa yang begitu besar?Disamping itu, seandainya pemerintah kabupaten benar-benar menjadi pihak satu-satunya yang bertanggung jawab dalam mengadakan pendamping desa, pertanyaannya, apakah mereka mau mengambil tanggung jawab itu? Pengelolaan pendamping desa dibutuhkan biaya yang tak sedikit dan ini jelas membebani keuangan daerah.Kisah sukses pendampingan di PNPM layak menjadi acuan bagi pengelolaan tenaga pendamping desa. Sukses program lepas dari intervensi aparat birokrasi lokal, ialah salah satunya sebab Fasilitator PNPM tak di bawah kendali pemerintah kabupaten. Berkaca dari kisah sukses itu, pendampingan masyarakat desa tak dapat begitu saja dipasrahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Bapemas memang tetap menjadi penanggung jawab utama dalam pemberdayaan masyarakat desa dan pengelolaan dana desa, sebab itu efektivitas birokrasi di bawah ialah tugas utama yang harus dijalankan. Camat dan UPT yang ada di bawah harus memerankan fungsi-fungsi pendampingan sesuai dengan bidangnya.Pemerintah pusat pun tak dapat tinggal diam mengandalkan pemerintah daerah saja. Pemerintah harus juga mengambil tanggung jawab atas desentralisasi fiskal yang begitu besar ke tingkat desa lewat bantuan pendampingan dengan mendayagunakan tenaga fasilitator profesional. Jangan sampai, kucuran dana desa dari APBN itu menjadi alasan bagi pemerintah pusat tuk melepaskan diri dari tanggung jawab pengawalannya.Bagaimana mendorong pemerintah agar mengambil tanggung jawab pendampingan desa ini? Tentu dibutuhkan advokasi dari seluruh pihak, agar kebijakan pemerintah sanggup menjawab permasalahan dalam pendampingan desa.(bd02)Kiat : Mendirikan dan Mengembangkan BUMDesa

Source: http://www.berdesa.com/pendamping-desa-mau-dibawa-kemana/

Pendamping Desa: Mau Dibawa Kemana? | admin | 4.5