Pariwisata Kerakyatan di Geopark Ciletuh

Tuesday, May 9th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Pariwisata Kerakyatan di Geopark Ciletuh

Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke desa wisata Geopark Ciletuh Sukabumi tuk memberikan workshop branding kepada para wirausahawan desa (villagepreneur) dari beberapa desa di kawasan wisata tersebut. Selama dua hari mengisi workshop saya dan teman-teman rombongan tinggal di rumah salah satu penduduk yang “disulap” menjadi sebuah homestay yang memang secara khusus disewakan tuk para wisatawan yang datang.Belasan homestay di desa wisata tersebut dikoordinir oleh PAPSI (Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi) sebuah komunitas masyarakat lokal yang secara swadaya mempromosikan dan melestarikan wisata Geopark Ciletuh. Agar mempunyai atraksi yang menarik, komunitas yang menghimpun pemuda desa ini mengembangkan paket wisata petualangan menggunakan kendaraan offroad di Geopark Ciletuh. Mereka menggunakan website tuk memasarkan paket tersebut.Agar dapat memberikan pelayanan yang baik, PAPSI membina para penduduk desa yang rumahnya dijadikan homestay dengan memberikan beragam keterampilan seperti: bagaimana mempercantik kamar, standar kebersihan, menyajikan sarapan tuk tamu, pelayanan konsumen, dan sebagainya. Tujuannya, agar homestay yang mereka kelola dapat memberikan pelayanan ala hotel kepada para wisatawan.Sejak obyek wisata Geopark Ciletuh ramai dikunjungi wisatawan tiga tahun terakhir, ekonomi desa-desa di sekitarnya mulai menggeliat. Kegiatan ekonomi bertumbuh dan masyarakatnya mulai kreatif menangkap peluang yang muncul para wisatawan yang datang. Salah satunya ialah layanan homestay yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat di bawah koordinasi PAPSI tersebut.Homestay = Ekonomi KerakyatanBagi saya homestay ialah “magic word” jika kita bicara mengenai pariwisata dan keterkaitannya dengan ekonomi kerakyatan. Pariwisata dan ekonomi kerakyatan? Apa hubungannya?Sudah banyak kita tahu bahwa sektor pariwisata mempunyai multiplier effect yang amat luas. Kedatangan para wisatawan di Geopark Ciletuh di atas misalnya, menimbulkan kegiatan berbagai sektor ekonomi di desa seperti perhotelan, restoran, transportasi lokal, layanan paket wisata lokal, produk kerajinan lokal, produk makanan-minuman lokal, dan lain sebagainya. Akibatnya seluruh kalangan di desa sekitar obyek wisata menerima “tetesan rezeki” yang dibawa oleh si wisatawan. Kehadiran obyek wisata akan menggeliatkan perekonomian desa secara luas.Nah, homestay ialah sebuah model pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan sebab melibatkan masyarakat lokal tuk ikut menikmati tetesan rezeki dari wisatawan yang datang. Alih-alih membangun hotel magrong-magrong yang dibiayai dan dipunyai investor kakap dari Jakarta, konsep homestay memungkinkan masyarakat lokal ikut menikmati rezeki yang dibawa oleh wisatawan. Sehingga majunya sebuah obyek wisata akan berkait langsung dengan kemakmuran masyarakat lokal secara merata. Jika telah begini maka sektor pariwisata menjadi kandidat paling sempurna tuk menjadi “mesin pemerataan” pembangunan. Pariwisata yang berpihak pada ekonomi kerakyatan inilah yang saya sebut “pariwisata kerakyatan”.Ketika investor besar dari Jakarta yang bermain, (dengan hotel, mal, theme park, water boom, atau mal yang serba raksasa dan mewah) maka sebuah obyek wisata memang lebih kinclong dan maju begitu cepat. Tapi pola ini jelas tak berpihak kepada masyarakat lokal. Memang di tangan investor kakap obyek wisata tersebut tumbuh super cepat, tapi pertumbuhan yang cepat itu tak serta-merta diikuti kemakmuran masyarakat lokal.Alih-alih memajukan masyarakat lokal, pengembangan obyek wisata tersebut justru menjadi mesin penghisapan kemakmuran dari masyarakat miskin desa ke orang-orang kaya di Jakarta. Dengan kata lain, pengembangan pariwisata model ini bersifat ekseklusif dan “tercerabut” dari masyarakatnya.Ekonomi BerbagiKonsep pariwisata kerakyatan di atas akan semakin cantik jika dikoneksikan dengan platform ekonomi berbagi (sharing economy) yang sekarang sedang menggeliat. Idenya kira-kira seperti Gojek atau AirBnB. Jika masyarakat lokal pepunya homestay di seluruh Tanah Air menggabungkan diri di dalam sebuah platform berbagi (sharing platform), maka secara bersama-sama mereka dapat memasarkan layanan homestay mereka ke seluruh dunia.Secara umum model bisnisnya mirip dengan AirBnB, namun prinsip kepepunyaannya agak berbeda. Jika AirBnB dipunyai oleh segelintir investor besar di Silicon Valley, maka platform berbagi ini dipunyai oleh seluruh pepunya homestay, misalnya dalam bentuk koperasi. Atau dapat juga platform berbagi tersebut dibangun dan dikuasai negara dan dapat dimanfaatkan oleh para pepunya homestay secara cuma-cuma. Artinya platform tersebut menjadi public good yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.Dalam rubrik ini beberapa bulan lalu saya pernah menyebut bahwa platform berbagi mempunyai prospek tuk menjadi platform pemerataan kemakmuran. Syaratnya cuma satu, yaitu jika platform itu dipunyai, digunakan, dan dikelola oleh para pemain yang terlibat di dalamnya. Gojeg atau Uber misalnya, seharusnya bukan dipunyai oleh segelintir investor super kaya, tapi dipunyai oleh tukang-tukang ojek atau sopir-sopir taksi yang bergabung di dalamnya.Dengan model platform berbagi maka pertumbuhan serta-merta akan diikuti dengan pemerataan, sebab rezeki yang didapat langsung dinikmati oleh tukang ojek, sopir taksi, atau pepunya homestay. Jika telah begitu maka platform ini dapat menjadi enabler terwujudnya ekonomi kerakyatan seperti divisikan oleh Bung Hatta.Sektor pariwisata bakal menjadi sektor unggulan ekonomi kita menyusul meredupnya sektor migas. Sebab itu sektor ini harus dikembangkan dengan cermat, tak hanya sebagai “mesin pertumbuhan”, tapi juga “mesin pemerataan”. Tentu saja homestay ialah contoh kecil saja dari model pengelolaan sektor pariwisata yang berbasis pemerataan kemakmuran dan berpihak pada masyarakat kecil. Beragam model lain dapat dikembangkan dengan prinsip-prinsip dasar yang sama. Mari kita wujudkan bersama pariwisata yang berkerakyatan. (Sumber dan Penulis: www.yuswohadi.com)Sumber foto: media.viva.co.idKiat : Merintis Pendirian Desa WisataBaca juga : Potensi BUMDesa Kelola Wisata Alam

Source: http://www.berdesa.com/pariwisata-kerakyatan-geopark-ciletuh/

Pariwisata Kerakyatan di Geopark Ciletuh | admin | 4.5