Mencintai Desa Seperti Gombloh

Monday, April 24th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Mencintai Desa Seperti Gombloh

“Lestari alamku, lestari desakuDimana Tuhanku menitipkan akuNyanyi bocah-bocah di kala purnamaNyanyikan pujaan tuk nusaDamai saudaraku suburlah bumikuKuingat ibuku dongengkan cerita Kisah tentang jaya nusantara lama…Tenteram karta raharja di sanaMengapa tanahku rawan kiniBukit-bukitpun telanjang berdiri…Pohon dan rumput enggan bersemi kembaliBurung-burung pun malu bernyanyi”Petikan lagu berjudul “Berita Cuaca” karya Gombloh di atas seharusnya menjadi lagu wajib tambahan setiap lurah desa di seluruh nusantara. Dinyanyikan setiap pagi, didendangkan setiap senja dan dijadikan lagu nina bobo setiap malam. Terus setiap hari, sejak sebelum menjadi lurah desa, selama menjadi lurah desa dan setelah menjadi lurah. Dengan kata lain, ini lagu wajib tambahan bagi setiap warga desa.Gombloh bukan lurah desa dan tak pernah menjadi lurah desa. Ia banyak melewatkan hidupnya di jalanan perkotaan yang keras sebagai pengamen.Ia menjalani hidupnya di antara asap polusi industri, asap knalpot mobil-mobil yang berseliweran dan sampah-sampah jalanan.Dengan seluruh latar belakang itu, Gombloh jelas amat mencintai desa. Seandainya ia menjadi seorang lurah desa, ia dapat dipastikan akan berjuang menjadi seorang lurah desa yang hebat, yang berjuang meiindungi desanya dari terjangan arus negatif modernisme.Tak perlu mencari argumen tuk menguatkan dugaan ini. Tak perlu para lurah desa memperdebatkan hipotesa ini. Jika ada lurah desa  yang memperdebatkannya maka otomatis ia menjadi lurah desa yang suka bicara saja. Ini ialah sebuah inspirasi yang jelas-jelas tak perlu diperdebatkan.Para lurah desa harus dapat dan mau belajar dari siapa saja, termasuk dari seorang penyanyi jalanan yang akhirnya menjadi legenda sebab semangat cinta tanah air yang selalu muncul dalam syair-syair lagunya. Para lurah desa tak perlu ragu tuk mengambil pelajaran yang baik dari seluruh sumber demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan desa.Demi tercapainya desa mandiri yang berdaulat. Tuk itu, mari pertama-tama kita jadikan “Berita Cuaca” sebagai lagu wajib tambahan.Selanjutnya, ketika pelajaran dari Gombloh mengkristal di hati para lurah desa, soal-soal mendasar tentang bagaimana memimpin masyarakat desa pasti akan teratasi.Berbagai contoh kegagalan para pemimpin yang tergoda kekuasaan hingga menghilangkan tanah tempat tumbuhnya harapan rakyat, Insya Allah tak kan terjadi. Para lurah desa akan menyambut keinginan rakyat seperti yang didendangkan Gombloh.“Kuingin bukitku hijau kembaliseluruh rumput pun tak sabar menantidoa kan kuucapkan hari demi haridan kapankah hati ini lapang diri…”

Source: http://www.berdesa.com/mencintai-desa-seperti-gombloh/

Mencintai Desa Seperti Gombloh | admin | 4.5