Mainan Kayu Kreatif dari Selatan Jogjakarta

Friday, May 26th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Mainan Kayu Kreatif dari Selatan Jogjakarta

Mandar (51), perajin mainan dari kayu (pepunya Kajeng handycraft) di Dusun Kweni RT 01, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul ialah salah satu pelopor mainan edukatif dan ramah lingkungan, berbahan baku dari limbah kayu mebel. Usahanya dirintis sejak 1994, Awalnya, Mandar menjual hasil karyanya sebagai pedagang kaki lima di depan benteng Vredeburg sekembalinya ia ke Yogyakarta setelah beberapa tahun merantau di Jakarta.Di tempat inilah Mandar bertemu dengan Mr. Made Gracia, warga Prancis, seorang pepunya galeri di Prawirotaman. Ia memberikan kartu namanya dan meminta bertemu beberapa hari kemudian. Pada pertemuan itu, Mandar diberi potongan-potongan produk dan ia diminta merakit kembali ke bentuk semula.Mandar tak berhasil dan mengembalikan benda tersebut ke pepunyanya, namun ia diminta membuat dengan meniru potongan-potongan tadi. Usai empat kali dibuat dan seluruhnya ditolak, Mandar diberitahu seseorang bahwa bentuk jadi tersebut ialah bola. Mandar kembali mencoba dan berhasil, kemudian menunjukan pada Gracia telah dalam bentuk jadi.Pesanan PertamaPesanan pertama dari Gracia tahun 1996 sebanyak 1000 buah dengan harga Rp.2.300 tuk jangka waktu 1 bulan. Usai dipenuhi, kembali dipesan 6000 buah selama 6 bulan dan seterusnya diminta tetap memproduksi dan menyetor padanya. Pada tahun 1997 produknya diliput televis. Dari hasil liputan tersebut Mandar kebanjiran orderan. Hingga pada tahun 2000 Kajeng meraih kejayaan dan mempunyai 200 karyawan.Ada jenis mainan yang unik, salah satunya ialah bola rugbi. Jenis ini dulunya ialah tantangan dari Carlos, warga Australia yang memesan mainan dalam bentuk bola rugbi. Mandar dapat menyelesaikan tantangan tersebut dan Carlos pun memesan 5000 mainan jenis ini. Namun terjadinya krisis ekonomi Eropa berdampak signifikan terhadap industri ini. Saat ini Kajeng hanya mempunyai 12 karyawan meliputi bagian produksi sampai finishing dan terus bertahan di era mainan plastik yang kian menjamur.Sampai sekarang bahan baku Kajeng tetap memakai 2 jenis yaitu kayu dan kelapa, tempat produksi ada di Cepit, Imogiri, Sanden dan mangir tuk produksi kelapa dan Srumbung, Tempel tuk produksi puzzle-nya.Perbedaan Produk Produk Kajeng ialah produk handy craft atau buatan tangan ini memang tak menutup kemungkinan dikerjakan dengan mesin. Namun sentuhan tangan ialah sebuah seni yang tak dapat diberikan oleh mesin, sehingga sampai sekarang masih mempertahankan pembuatannya dengan tangan. Berbeda pada mainan umumnya, Kajeng craft menggunakan bahan baku dari limbah mebel atau kayu sisa pabrik dimana ramah lingkungan dan tentunya mempunyai nilai edukatif. Jenis mainan yang diproduksi ada sekitar 150 dimana masing- masing mempunyai tingkat kesulitan tersendiri, mulai dari TK sampai tingkat Profesor. Adapun paket mainan yang dijual belikan mulai dari paket TK, SD, SMP/A dengan harga Rp. 250.000/paket.Baru sedikit dari masyarakat sekitar yang melirik mainan jenis ini, disebabkan kebanyakan masyarakat lebih memilih mainan yang menyenangkan seperti game dan sedikit yang berorientasi kepada manfaat pada mainan yang diberikan pada anaknya. Di negara Turki, jenis mainan ini telah dijadikan kurikulum SD.Tantangan MarketingPersaingan produk mainan jenis ini di dalam maupun luar negeri memang masih minim atau dapat dibilang belum ada sebab tingkat kesulitan membuat jenis mainan ini dan sumber daya yang dapat membuat mainan jenis ini. Namun tuk krisis global seperti krisis eropa pada tahun 2010 amat berdampak pada permintaan hingga berkurangnya penjualan sebesar 70-80% dari penjualan normal. Oleh sebab itu kajeng juga menggunakan media informasi terkini seperti website, whatsup dan sejenisnya tuk memasarkan produknya, dan promosi ke sekolah-sekolah di Bantul. Kepercayaan antara buyer dan Kajeng ialah kunci sampai sekarang industri handycraft ini masih bertahan. Tantangan yang bersifat umum ialah rendahnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang pentingnya mainan yang bernilai edukatif ditambah kurang cinta terhadap buatan negeri sendiri.

Source: http://www.berdesa.com/mainan-kayu-kreatif-dari-selatan-jogjakarta/

Mainan Kayu Kreatif dari Selatan Jogjakarta | admin | 4.5