Kerangka Gagasan Potensi Ekonomi Desa

Tuesday, May 9th, 2017 - Peluang Bisnis Desa

PELUANGUSAHABARU.info

Kerangka Gagasan Potensi Ekonomi Desa

Foto: trendezia.comOleh: Moh. IkhsanBagaiamana menggagas pertumbuhan ekonomi desa? Setaknya dikenal dua pendekatan teori pertumbuhan ekonomi. Pertama, berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi desa akan berjalan maksimal jika kondisi tenaga kerja berada dalam kondisi penuh. Posisi pemerintah dalam hal ini menjamin kemanan dan ketertiban serta  memberikan kepastian hukum bagi para pelaku ekonomi desa. Berarti posisi sumber daya desa, secara spesifik tenaga kerja mendapatkan tempat utama dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.Kedua, berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi desa dipengaruhi oleh persediaan faktor-faktor produksi, akumulasi modal serta tingkat kemajuan teknologi di desa tersebut. Varian lain ialah pertumbuhan jalur cepat.  Secara ringkas teori ini mengatakan bahwa setiap desa perlu melihat sektor atau komoditas apa yang mempunyai potensi besar dan dapat dikembangkan dengan cepat.Agar produk yang dihasilan oleh sebuah desa dengan berdasar atas potensi dan keunggulan desa tersebut maka produk yang dihasilkan desa tersebut harus sanggup bersaing dengan produk dari desa lain. Salah satu hal yang dapat dilakukan ialah mensinergikan sektor-sektor pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi saling terkait dengan yang lainnya juga dengan mensinergikan seluruh kebijakan yang ada tuk pertumbuhan ekonomi di suatu masyarakat desa.Varian selanjutnya ialah teori basis dan non basis. Menurut Arsyad (2002:16) bahwa faktor penentu pertumbuhan ekonomi suatu daerah ialah berhubungan langsung dengan permintaan barang jasa dari luar daerah.Menurut teori ini, bila fokusnya ialah desa, maka sektor basis ialah ialah sektor yang berorientasi ke luar desa. Menurut pandangan ini, semakin banyak barang yang diproduksi dan di jual ke desa/luar desa lain maka akan semakin maju pertumbuhan ekonomi di desa tersebut. Setiap perubahan produksi di desa tersebut akan sanggup menggambarkan perkembangan pertumbuhan ekonomi di desa sekaligus memberikan efek ganda dalam perekonomian disuatu wilayah.Sementara itu, sektor non basis ialah sektor yang menyediakan barang dan jasa tuk masyarakat di dalam batas wilayah perekonomian desa tersebut. Ruang lingkupnya bersifat lokal. Jadi sektor non basis ini mempunyai orientasi yang berbeda dengan sektor basis. Sektor non basis ini lebih ke dalam.Emilia dalam Aditya (2013 : 14) mengatalan bahwa tuk menganalisis kriteria basis dan non basis di sebuah wilayah, digunakan analisis Location Quotion (LQ). Analisis ini digunakan tuk mengetahui berapa besar tingkat spesialisasi sektor basis dan non basis dengan cara membandingkan perananya dalam perekonomian sebuah wilayah.Sementara itu, Hendayana (2003:3) mengatakan bahwa teori basis dan non basis ini berangkat dari pemahaman Hood (1998) ialah alat pengembangan ekonomi yang sederhana. Dalam teknik LQ ini menerangkan bahwa pada intinya arah pertumbuhan suatu desa ditentukan oleh distribusi suatu desa ke luar wilayahnya.Teknik LQ ini dapat membagi kegiatan ekonomi suatu desa menjadi dua golongan yaitu sebagai berikut :Kegiatan produksi yang melayani pasar di desa itu sendiri maupun di luar desa yang bersangkutan dengan produksi basisKegiatan ekonomi atau produksi yang melayani pasar di desa tersebut yang dinamakan produksi non basisSelain analisi LQ, analisis yang juga digunakan dalam menganalisis potensi ekonomi desa ialah analisis shift share. Shift Share ialah analisi yang bertujuan tuk menentukan kinerja atau produktivitas kerja perekonomian desa dengan membandingkannya dengan desa lain.Dengan demikian dapat ditemukan sebuah pergeseran hasil pembangunan ekonomi desa dis ebuah wilayah. Pertanyaan-pertanyaan apakah kemajuan pembangunan di satu desa lebih lambat atau lebih cepat dibandingkan dengan desa lainnya dalam satu wilayah, dapat terjawab oleh analisis ini.Dalam analisis ini kinerja perekonomian  terbagi ke dalam tiga bidang yang mempunyai hubungan antara satu sama lain yaitu sebagai berikut :1. Pertumbuhan ekonomi di ukur dengan cara menganalisis perubahan agregat secara sektoral dibandingkan dengan perubahan pada sektor yang sama yang dijadikan acuan2. Pergeseran proporsional mengukur perubahan relatif pertumbuhan atau penurunan atau pada desa yang dibandingkan dengan perekonomian yang lebih besar tuk dijadikan acuan. Dengan hal itu, dapat diketahui dimana konsentrasi pertumbuhan di desa terjadi3. Pergeseran yaang berguna tuk menentukan seberapa besar daya saing produksi desa dengan perekonomian yang dijadikan sebagai acuan.Selanjutnya ialah Tipologi Klausen. Analisis ini dikembangkan oleh Leo Klaussen (1965) yang mengatakan bahwa tuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan ekonomi masing-masing wilayah atau desa. Secara mendasar tipologi desa membagi desa berdasarkan dua indikator utama yaitu pertumbuhan ekonomi desa dan pendapatan perkapita.Dalam tipologi ini perkembangan desa di bagi kedalam beberapa bagian yaitu sebagai berikut :– Desa cepat maju dan cepat tumbuh. Ciri menonjol desa ini ialah laju pertumbuhan PDRB dan pendapatan perkapita lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan dan pendapatan.– Desa maju tapi tertekan. Yaitu desa yang relative maju, tapi dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan menurun akibat tertekannya kegiatan utama di desa yang bersangkutan.– Desa berkembang cepat. Ialah desa yang dapat berkembang cepat dengan potensi pengembangan yang dipunyai amat besar tapi belum diolah sepenuhnya dengan baik.– Daerah relatif tertinggal. Ialah daerah yang masih mempunyai tingkat pertumbuhan dan pendapatan perkapita lebih rendah dari pada rata-rata daerah diatasnya.Perencanaan pembangunan ekonomi desa yang komprehensif idealnya tak hanya mengandalkan potensi unggulan ekonomi desa tersebut, namun juga harus menganalisis keunggulan kompetitif desa sendiri dibandingkan dengan desa lain dalam satu wilayah sehingga sanggup membaca arena pengembangan ekonomi  dengan lebih luas. Dan terakhir tuk memberikan masukan yang kuat dalam perencanaan pembangunan ekonomi desa, maka perlu juga melihat tipologi kondisis perekonomian di sebuah daerah.Berdasarkan paparan tersebut, maka kerangka berpikir yang dipakai dalam menggagas pertumbuhan ekonomi desa ialah sebagai berikut :Kerangka Gagasan Potensi Ekonomi Desa *) Kertas Gagasan Ekonomi Desa, Serial Diskusi Desa dan Reforma Agraria, Sekretariat SAPA, TKPKD, Provinsi Jawa Barat, BAPPEDA Jawa Barat, 13 Nopember 2014

Source: http://www.berdesa.com/kerangka-gagasan-potensi-ekonomi-desa/

Kerangka Gagasan Potensi Ekonomi Desa | admin | 4.5