Kampung Blogger, Cara Pemuda Mengalirkan Ribuan Dollar ke Desanya

Monday, May 22nd, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Kampung Blogger, Cara Pemuda Mengalirkan Ribuan Dollar ke Desanya

Siapa ilang internet tak dapat ‘dimainkan’ warga desa. Seperti yang dilakukan para pemuda Kampung Blogger di Desa Menowo, Magelang, Jawa Tengah. Beda dengan warga desa lainnya, para pemuda Menowo tak tertarik pergi ke kota mencari kerja. Mereka lebih memilih tetap tinggal di desanya sembari memelototi layar komputer setiap hari. Hasilnya, ribuan dollar mengalir masuk ke desa ini lewat aktivitas mereka.Inilah Kampung Blogger, kampung yang para pemudanya memilih menjadi blogger alias aktivitasnya mengelola blog, situs di internet dan menghasilkan uang lewat blog yang mereka jalankan. Apakah mereka seluruh berpendidikan hebat? Tak sama sekali, aktivitas ini sebenarnya bahkan dapat dilakukan siapa saja. Yang penting dapat membaca dan menulis.Aktivtas warga yang menakjubkan itu diawali Sembodo Malik, salahsatu warga Desa Menowo, sejak 2008 lalu. Sebelum akhirnya menyebar virus mencari uang lewat blogging internet pada para pemuda di desanya, Sembodo berkuliah di Jakarta. Sembodo memang keranjingan dengan komputer dan di Jakarta-lah dia mulai mendapatkan ‘ilmu’ mendapatkan uang lewat internet.Tahun 2008 ketika pulang ke desanya, Sembodo mulai mengembangkan keahliannya berinternet ria dan menghasilkan uang dari jaringan kasat maya itu. Hasilnya, ratusan dollar mengalir ke kantungnya tiap bulan. Hebatnya Sembodo, keahlian itu diajarkannya pada pemuda lain di desa sehingga berkembang dan terus berkembang. Hingga kini, aturan main di desa itu ialah setiap orang yang mulai dapat menghasilkan uang lewat internet maka dia harus mengajarkan pada pemuda lain yang belum dapat.Desa Menowo hanyalah salahsatu desa yang ide sederhana namun cerdas berhasil melompati batas keyakinan diri. Ketika sebagian besar penghuni desa merasa internet sulit dijangkau, warga desa ini sebaliknya, internet ialah permainan mereka setiap hari. Jangan kaget jika di desa ini, para pemuda terkesan hanya bersantai di depan layar laptopnya, itu pertanda para pemuda Kampung Blogger sedang bekerja.Apa yang mereka lakukan dengan internet hingga dapat menghasilkan uang begitu banyak? Mereka membangun konten alias isi website atau blog dengan begitu pintar sehingga blog mereka mendapat kunjungan tinggi. Lalu mereka memasang iklan seperti GoogleAdsense dan program iklan lainnya. Dari sinilah dollar, bukan rupiah, memasuki desa ini setiap saat.Di Desa Kasihan, Bantul, Susi Susilowati juga ‘bermain’ dengan internet. Awalnya, Susi yang bekerja sebagai agen asuransi ini iseng memajang produk-produk batik di Facebook dan Instagram-nya. Seluruh temannya ditawari lewat media sosial. Tahu-tahu, dalam beberapa minggu saja pesanan membanjiri halaman Facebook-nya. Susi dalam beberapa bulan saja mulai kewalahan mengurus banyaknya pesanan pakaian batik yang dijualnya.Beberapa bulan kemudian Susi meninggalkan pekerjaannya sebagai sales asuransi yang telah menghidupi keluarganya selama ini dan memilih berjualan beragam produk batik dari rumahnya di pelosok Desa Kasihan, Bantul. Tak sampai setahun kemudian Susi membeli satu rumah lagi di kampungnya tuk disulap menjadi rumah batik dagangannya. “ Soalnya, pembeli tak hanya pesan lewat online saja, ternyata mereka kemudian berdatangan ke rumah saya agar lebih mantap memilig barang yang mau dibelinya,” kata Susi.Sembodo dan Susi hanyalah satu dari banyak orang yang berjaya dengan memanfaatkan internet sebagai alat berjualannya. Mereka tetap tinggal di desa dan hanya tinggal duduk di dean laptop atau mengatur penjualan lewat handphone-nya. Seluruh proses bisnis dijalankan denga internet sehingga mereka bahkan tak perlu kantor, tak perlu pergi kemana-mana tuk menciptakan uangnya. “ Saya amat menikmati pekerjaan ini sebab sekarang saya dapat mengasuh anak saya seharian penuh sembari tetap menjalankan usaha,” kata Susi. Ketika ditanya darimana Susi belajar berjualan lewat internet, Susi hanya tertawa. “ Belajarnya ya lewat internet, tanya teman-teman di Facebook, lihat-lihat Facebook orang yang menjual bermacam barang. Begitu saja kok, saya yakin seluruh orang dapat,” katanya.Kelebihan usaha lewat onine, kata Susi, biaya operasionalnya amat murah. “ Seluruh orang punya Facebook punya Instagram, sama-sama pakai pulsa, Cuma saya menggunakannya tuk jualan sembari bertegur sapa dengan teman di dunia maya,” kata ibu dua anak pengusaha batik ini.” Usaha seperti ini juga amat membantu para pengrajin batik di desa-desa tempat tinggal saja. Soalnya saya menjualkan produk mereka,” kata Susi.Susi berharap para ibu sepertinya mau dapat memanfaatkan waktu luangnya tuk usaha seperti dirinya. “ Jangan malah menghabiskan waktu tuk ngobrol dengan teman saja di Facebook,” katanya. Susi juga berharap semakin banyak warga desa menjual produk lewat internet.” Sebab amat efektif dan efisien, tak butuh toko, tak butuh biaya promosi besar dan dapat dilakukan dari rumah, sambil momong anak,” katanya.

Source: http://www.berdesa.com/kampung-blogger-cara-pemuda-mengalirkan-ribuan-dollar-desanya/

Kampung Blogger, Cara Pemuda Mengalirkan Ribuan Dollar ke Desanya | admin | 4.5