Juru Tikam Wisata Desa Lamalera

Thursday, May 18th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Juru Tikam Wisata Desa Lamalera

Lamafa atau sang juru tikam ialah warga desa yang menjadi tokoh terhormat dalam kehidupan masyarakat Lamalera. Kesanggupan menjadi seorang lamafa ialah kesanggupan yang diwariskan secara turun temurun dalam satu keluarga. Nelayan yang menjadi juru tikam dalam penangkapan ikan paus pasti dilahirkan dari ayah yang juga lamafa. Seorang lamafa akan melompat dan menikam ikan paus berukuran puluhan meter dengan tombak bambu sepanjang kurang lebih 2 meter. Lamafa senior juga dapat melompat dari haluan perahu mereka sampai sekitar 1 sampai 2 meter sebelum tubuh dan tombaknya menghunjam seekor ikan paus di lautan lepas. Bagi mereka yang menyukai wisata desa, bertemu dan mengobrol dengan seorang lamafa ialah suatu kehormatan tersendiri.Namun tak banyak wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung tuk wisata desa di Lamalera. Mungkin sebab letaknya yang amat terpencil atau mungkin juga sebab biaya yang dibutuhkan cukup besar dan akses transportasi pun masih terbatas. Selain itu juga tak ada penginapan. Pun tak ada restoran. Kita harus tinggal di rumah penduduk dan makan sederhana masakan rumah mereka. Wisatawan yang mencari ketenangan dan ingin merasakan back to nature cocok datang ke Lamalera. Juga para petualang alam liar.Tuk tiba di Lamalera, para pelancong harus melewati 3 jenis perjalanan sekaligus. Jalan via udara, jalan darat, dan melaut. Jika kita berangkat dari Jakarta, pertama kita harus terbang ke Denpasar terlebih dahulu. Dari Denpasar perjalanan dilanjutkan dengan pesawat kecil menuju Maumere dengan waktu penerbangan kurang lebih dua jam. Waktu tuk menempuh perjalanan jalur udara kurang lebih empat jam dari Jakarta sampai Maumere. Route lain ialah Jakarta-Kupang-Maumere dengan waktu tempuh kurang lebih sama.Setiba di Maumere, setelah beristirhat sejenak dan makan siang, Anda harus lanjut menempuh perjalanan darat menuju Larantuka selama sekitar 3-4 jam dengan mobil sewaan. Tak ada kendaraan umum. Harus mobil sewa. Jalannya mendaki dan berkelok-kelok dengan sebagian besar daerah masih hutan dan bukit-bukit. Dari Larantuka, perjalanan kembali dilanjutkan lewat rute laut. Ada kapal feri tapi tak selalu ada pemberangkatan dari Larantuka sehingga pilihannya ialah menyewa perahu nelayan bermesin Johnson yang disebut pledang. Itulah perjuangan yang harus dilalui tuk sampai di Lamalera.Tradisi Menangkap PausMenangkap paus bagi warga wisata desa Lamalera ialah tradisi, bukan sebuah perburuan yang dapat mengancam keberadaan ikan paus. Mereka boleh dikatakan tak berburu sebab hanya menunggu datangnya paus ke pantai mereka. Daging dan bagian-bagian lain dari seekor paus dapat menghidupi seluruh penduduk selama beberapa bulan. Di pinggir pantai, terpajang sebuah kerangka utuh ikan paus berukuran besar, sekitar lima meter panjangnya. Kerangka itu menjadi hiasan di depan rumah seorang warga desa wisata Lamalera sekaligus sebuah bukti kehebatan lamafa yang menikam paus itu. Kerangka itu disusun ulang dengan baik sebab para nelayan Lamalera amat mengenal struktur tulang seeokor ikan Paus.Tak ada unsur keserakahan dalam perburuan ikan paus yang dilakukan para lamafa di Lamalera. Tak ada tujuan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan memburu paus yang memasuki pantai Lamalera. Itu semata-mata sebuah tradisi turun-temuran yang dijaga sebagai bagian dari ritual kehidupan sekaligus sumber makanan bagi para nelayan dan warga desa Lamalera yang memang hidup di wilayah terpencil. Tradisi itu juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan bagi para nelayan Lamalera, bahwa mereka bukanlah yang berkuasa atas laut dan segala isinya. Tradisi ini juga mengajarkan bahwa mereka harus berbagi hasil laut tuk kehidupan seluruh warga. Bahwa mereka punya peran masing-masing dalam siklus kehidupan. Baik antara sesama manusia maupun antara manusia dengan alam semesta.Kiat : Merintis Pendirian Desa WisataBaca juga : Potensi BUMDesa Kelola Wisata Alam

Source: http://www.berdesa.com/juru-tikam-wisata-desa-lamalera/

Juru Tikam Wisata Desa Lamalera | admin | 4.5