Hikayat Madu Hutan Kalimantan, Produk Desa Melimpah Muara Samu

Tuesday, April 25th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Hikayat Madu Hutan Kalimantan, Produk Desa Melimpah Muara Samu

Pernahkan Anda mendengar cerita tentang madu yang dipetik dari sarang lebah di dahan-dahan pohon berketinggian 40 meter di tengah hutan Kalimantan ? Itu ialah kisah para warga desa di Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Madu ialah produk desa nan melimpah yang dipunyai desa-desa kecamatan ini. Warga sembilan desa di kecamatan ini dalam setahun memanen paling tak: 10 ton madu!Madu itu dipanen dari sarang lebah yang bertempelan di dahan pohon-pohon raksasa seukuran rentang tangan empat tangan orang dewasa. Ukuran sarangnya juga tak main-main, lebih besar dari tubuh orang dewasa. Warga desa desa dekat hutan setempat memanjat pohon-pohon menggunakan pasak kayu yang ditancapkan sebagai tangga. Bermalam-malam, sembari bertaruh nyawa mereka memeras cairan kental penuh khasiat itu dan membawa pulang berkilo-kilo madu sekali panen.Masalahnya, hingga saat ini produk desa yang begitu berlimpah ini belum mendapatkan pasar  yang memadai. Kekayaan produk desa yang tak banyak ditemui di tempat lain itu baru bergaung di wilayah-wilayah sekitar kabupaten mereka. Akibatnya, para petani menjual hasil panen madunya dengan harga yang amat murah dibanding harga pasar madu umumnya. Padahal madu ialah salahsatu komoditas yang jelas amat dibutuhkan pasar sebab khasiatnya yang luar biasa bagi kesehatan manusia.Seorang pendamping desa di Kecamatan Paser Yoga Prasetyadi yang getol mengembangkan perekonomian desa-desa di wilayah paser mengatakan, selama ini para petani menjual madunya dalam bentuk madu murni curah dengan kemasan yang masih amat pas-pasan. “ Bahkan sekilo hanya dijual Rp. 40 ribu saja. Dengan harga itupun sebab jumlah panennya yang amat banyak, sebagian dari petani tak sanggup menjual habis madu yang dipunyainya hingga panen berikutnya datang,” katanya.Sulitnya jalur transportasi di sekitar daerah ini sebab sebagian jalan masih berupa tanah dan terbatasnya akses informasi masyarakat membuat potensi yang begitu melimpah belum tergarap baik. “ Tapi saat ini kelompok-kelompok anak muda memulai tuk membangun pemasaran tuk mendapatkan jalur-jalur pengembangan potensi madu kami,” kata Yoga.Untung Sadarsah, mantan Kepala Desa Muser yang kepengurusannya baru saja berakhir mengatakan, potensi mengembangkan madu Muarasamu amat besar sebab selama ini madu asal daerah ini dianggap madu yang terbaik di antara desa-desa dan kecamatan penghasil madu hutan di kabupaten ini. “ Tuk wilayah-wilayah lokal hingga Kota Balikpapan, kami telah dikenal mempunyai kualitas madu yang lebih baik dibanding kecamatan-kecamatan lain. Tapi sebab hampir seluruh desa menghasilkan madu, maka pasar yang terbatas tak dapat menyerap hasil panen kami secara keseluruhan. Padahal warga desa kami harus bertaruh nyawa tuk mendapatkan madu dari hutan ini,” katanya pada Berdesa.com.Namun kini upaya membuka pasar yang lebih luas telah mulai dilakukan. “ Kini kami mulai membangun pemasaran termasuk pemasaran online lewat Usahadesa.com,” katanya. Jalur online ialah jalur paling efektif menggapai pasar nan luas. “ Pada saat  yang sama kami membuka kerjasama dengan berbagai pihak tuk melakukan quality improvement terhadap produk madu hutan asli yang kami punyai agar dapat menusuk pasar dengan baik,” kata Untung.Selain madu, Kecamatan Muara Samu masih menyimpan banyak potensi alam yang lain seperti rotan, kopi dan beberapa jenis rempah dan tanaman yang paling banyak digemari terutama kaum pria yakni Pasakbumi. “ Tapi kami mau mulai dengan madu dulu. Soalnya jika dikelola dengan baik, komoditas ini sanggup memberikan kesejahteraan bagi banyak warga kecamatan kami yang saat ini bertopang hidup sebagai butuh sawit,” ujar Untung.Keberhasilan memasarkan madu secara luas tak hanya akan berdampak ekonomi saja bagi warga di desa-desa ini. Tetapi juga bakal menjadi berkah bagi kelestarian hutan. Wilayah ini mempunyai kekayaan alam luar biasa dengan hutan-hutan yang ada, salahsatunya madu asli hutan ini. Tapi jika ekplorasi hutan terus terjadi,  kekayaan itu pasti akan sirna. “Makanya kami ingin limpahan madu ini membuat masyarakat menjadi lebih makmur sehingga akhirnya mereka sadar pentingnya menjaga kelestarian hutan dan mulai mengelola madu yang mereka punyai dan itu berarti mereka menjaga kelestarian hutan sebab madu ini hanya ada di pohon-pohon raksasa di hutan kami,” kata Untung.(dji-01)Foto: www.youtube.com

Source: http://www.berdesa.com/hikayat-madu-hutan-kalimantan-produk-desa-melimpah-muara-samu/

Hikayat Madu Hutan Kalimantan, Produk Desa Melimpah Muara Samu | admin | 4.5