Gagal Jadi Tentara, Pria Ini Dulang Sukses di Bisnis Gamelan

Thursday, May 18th, 2017 - Liputan Peluang Usaha

PELUANGUSAHABARU.info

Gagal Jadi Tentara, Pria Ini Dulang Sukses di Bisnis Gamelan

Awalnya cita-cita Legiyono (48), pepunya usaha Gamelan Legiyo Daliyono di Yogyakarta ingin menjadi tentara. Namun sebab tak didukung orang tua, keinginan menjadi tentara pun kandas di tengah jalan.
Ayahnya yang ialah pendiri asli usaha gamelan ini, menginginkan ia meneruskan bisnis keluarga tersebut. Sebab tak ingin mengecewakan, meski berat akhirnya ia pun mengikuti saran orangtuanya.”Bapak saya mulai ​ngajakin tuk lihat cara buat gamelan. Saya awalnya cuma ikut-ikut bantu bapak saja, ya itu mulai tahun 2005 saya di sini, bantu bapak buat gamelan,” ujar Daliyo saat ditemui ​L​iputan6.com di kediamannya, Pelem Lor, Baturetno, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta.Usai ayahnya wafat di tahun 2013, suami dari Dwi Wahyuningsih dan bapak 3 orang anak ini secara resmi memegang kendali usaha gamelan ini, dengan dibantu 15 orang karyawan, ia pun terus mengembangkan usahanya.

 “Sejak dari tahun 2013, saya mulai mengerjakan proyek ​gamelan ​dari propinsi juga dan Alhamdulilah kondisinya stabil saja, mungkin sebab bahan tuk membuat gamelan banyak tersedia di Jogja, bahan utamanya ya kuningan dan besi. Jadi tak begitu mengalami banyak kendala, paling masalahnya dikejar waktu pembuatan. 
Anak pertamanya, Rizky A Widisena saat ini juga telah ikut belajar membuat gamelan. “Anak saya yang pertama sekarang juga telah ikut bantuin di sini, mungkin nanti akan dididik buat melanjutkan usaha ini, usaha bapak dan kakeknya, jika anak yang kedua telah jadi polwan, dan yang ketiga sekarang SMA kelas XII,” lanjut dia.1 dari 2 halamanTembus Pasar EksporLegiyono mulai ikut mengajarkan anaknya cara membuat gamelan.Usaha turunan yang berdiri sejak tahun 1954 ini, telah menembus pasar ekspor seperti ke Malaysia, Singapura, Australia dan Suriname. Sementara tuk harga jual per setnya, pria yang hobi​ makan​ bakso dan soto ini menuturkan, tuk satu gamelan kuningan utuh dijual berkisar Rp 200 jutaan, dan yang dari plat besi mulai Rp 60 jutaan. Adapun tuk waktu proses pembuatannya, satu gamelan lengkap dapat memakan waktu sekitar 1-3 bulan. Proses pembuatan tergantung bahan baku. Hal yang paling sulit ialah saat membuat gamelan yang berbahan kuningan, sementara yang berbahan platinum atau besi pembuatannya sekitar 1 bulan.
Tuk tahun ini sebanyak 20 set gamelan telah dia buat, dengan omzet rata-rata Rp 200 juta/set.”Sebenarnya tuk keuntungan sendiri tak dapat dihitung secara bulanan, sebab sistemnya keuangan ortodok. Jadi jika gamelan laku kita buat lagi, begitu seterusnya. Tapi ya Alhamdulilah pokoknya omzet saya dapat 200 juta tuk buat gamelan ini. Tuk tahun ini pesanan yang datang banyak dari Lampung, Palembang, dan Kalimantan, sementara gamelan yang telah terjual tahun ini, saya telah buat 20 set gamelan, tahun lalu ya hampir sama sekitar 21 set saya garap,” jelas Daliyono.Dalam bekerja, Legiyono lebih mengutamakan kualitas, hal itu, katanya, agar pembeli merasakan puas dengan barang yang telah dipesan dan tak merasa kecewa.”Ya jika saya mau buat sesuatu amat menjaga kualitas, jadi jangan asal buat karya, jadi orang juga merasa puas menggunakan produk kita. Seperti saya, mungkin banyak yang dapat buat gamelan, tapi kualitas harus yang utama, itu yang kita jaga,” pungkas dia.Selanjutnya: Tembus Pasar Ekspor

Source: http://bisnis.liputan6.com/read/2622443/gagal-jadi-tentara-pria-ini-dulang-sukses-di-bisnis-gamelan

Gagal Jadi Tentara, Pria Ini Dulang Sukses di Bisnis Gamelan | admin | 4.5