Dari Puncak Becici Menuju Mtuk Desa Wisata

Friday, May 12th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Dari Puncak Becici Menuju Mtuk Desa Wisata

Puncak Becici hanya butuh waktu beberapa bulan berubah menjadi magnit yang terus menyedot setiap orang tuk datang menikmati keindahannya. Keramaian hutan pinus area berbukit ini segera menerbitkan semangat para pemuda desa membangun desa wisata. Mereka ingin desanya menjadi salahsatu obyek yang harus dikunjungi para wisatawan yang datang ke Jogja. Seperti apa persiapannya?Beberapa tahun lalu setiap orang akan berpikir berkali-kali melewati tempat ini bahkan siang bolong sekalipun. Selain jalannya yang kala itu jauh dari mulus juga ngeri sebab jalan yang menghubungkan Desa Terong ke Imogiri ini membelah area hutan nan senyap. Tapi yang paling seram sebab jalur ini ini dipenuhi tanjakan, kelokan dan turunan sehingga amat tak disarankan bagi orang-orang yang belum berpengalaman memegang setir tuk melewatinya. Hingga keajaiban terjadi.Waktu seperti terlipat dan hari ini setiap orang bakal merasa rugi jika tak melewati jalur ini. Soalnya, hutan pinus yang dahulu menyeramkan dan sunyi itu telah berubah menjadi obyek wisata alam yang benar-benar cantik. Rindangnya pinus berusia puluhan tahun dan runtuhan daunnya membuat tanah di bawahnya seperti digelari karpet warna cokelat. Beberapa orang menyebut pemandangan di sini mirip suasana hutan pinus di Jepang. Kesejukannya, keteduhannya jangan ditanya, matahari siang paling terik pun tak sanggup menembus lebatnya dedaunan disana. Salahsatu tempat yang memukau itu namanya Puncak Becici.Terletak di Dusun Gunungcilik, Desa Mtuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, Puncak Becici menjelma menjadi magnet. Disebut Puncak Becici sebab tempat ini tak hanya indah sebab pepohonan pinus yang rimbun tetapi juga mempunyai titik puncak perbukitan yang bakal memberikan pada setiap orang pemandangan spektakuler di kala matahari menuju peraduannya. Dari tempat ini pula Anda dapat menyaksikan kota Yogyakarta menghampar bak lukisan tiga dimensi. Belum lagi jika kabut hinggap di sana.Gandi, salahsatu anak muda desa setempat yang mengelola obyek ini mengisahkan, awalnya warga desanya tak yakin tempat itu bakal laris manis didatangi orang seperti sekarang. “ Memangnya apa yang menarik dari tempat ini?” kata Gandi menirukan pendapat sebagian warga beberapa tahun lalu. Tapi Gandi dan anak-anak muda pantang mundur. Kepala Desa Kelik Subagyo juga mendukung gagasan anak-anak muda ini mengembangkan tempat ini menjadi obyek wisata.“ Kami lalu berpromosi dengan cara sederhana, lewat Instagram, Facebook serta media sosial lainnya. Luar biasa, dalam waktu beberapa bulan saja anak-anak muda berdatangan dari berbgaai penjuru Jogja,” ujar Gandi yang kini sehari-hari bertugas sebagai tour guide ini. Beberapa bulan kemudian sarana umum dibuat seperti jalan menuju obyek wisata, kamar mandi, tempat parkir kendaraan, dll. Beberapa spot dibersihkan, diberi tempat duduk yang dibuat dari bilah-bilah papan sehingga suasana alami tetap terjaga. Beberapa pohon dipasangi papan tuk anak-anak muda berkongkow memandangi pesona alam sekaligus mengabadikan setiap titik dalam jepretan kamera ponsel mereka. Kini tempat ini tak pernah sepi, di luar hari libur sekalipun.Menyadari besarnya potensi pengembangan tempat ini para pemuda kini merapatkan barisan menuju desa wisata. Bukan cita-cita yang muluk sebenarnya sebab desa ini juga mempunyai modal yang bakal mendukung. Kerajinan tangan menganyam bambu yang telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh sebagian warga di desa ini ialah atraksi wisata yang tak banyak yang punya. Belum lagi pertukangan kayu, beberapa jenis makanan lokal yang khas. Peri kehidupan masyarakat desa sehari-hari juga menjadi sajian wisata budaya yang menarik di desa ini. “ Kami sedang menggodog berbagai potensi yang kami punyai tuk kami kemas dalam konsep terpadu desa wisata. Mungkin ini bakal digarap BUMDesa,” ujar Gandi. Sang Kepala Desa Kelik Subagyo juga memberi dukungan penuh pengembangan wisata yang diampu para pemuda desanya.“ Kami siap memulai pendidikan pariwisata tuk para pemuda dari mulai pemahaman umum, pengetahuan manajemen usaha wisata hingga menguasai cara memberikan servis yang terbaik pada para wisatawan nantinya, termasuk harus sanggup melayani wisatawan asing. Kami ingin mengembang hingga ke homestay,” kata Gandi.  

Source: http://www.berdesa.com/puncak-becici-menuju-mtuk-desa-wisata/

Dari Puncak Becici Menuju Mtuk Desa Wisata | admin | 4.5