Begini Cara Menyulap Hutan Jadi Tempat Wisata

Friday, April 14th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Begini Cara Menyulap Hutan Jadi Tempat Wisata

Bertahun-tahun warga Desa Mtuk hanya menanam jahe di bawah tegakan hutan di desa mereka. Hingga akhirnya beberapa anak muda mencetuskan ide tuk menyulap hutan sunyi itu menjadi obyek wisata. Kini, Wisata hutan Becici, bergitu nama obyek wisata hutan itu, didatangi 1000 orang setiap hari. BUMDesa sedang berproses berdiri tuk menangani potensi handal ini.Salahsatu tokoh pemuda Sugandi mengungkapkan, tak mudah membujuk warga kampungnya dan meyakinkan bahwa hutan mereka dapat menjadi obyek wisata. Maklum, selama puluhan tahun hutan itu lekat lebih lekat dengan kisah-kisah mistis ketimbang fungsi lainnya. “ Bahkan tak ada orang yang berani malam-malam lewat jalan di hutan ini saking sepinya,” kata dia. Hingga anak-anak muda menyadari ada sebuah cara yang dapat membuat hutannya menjadi magnit wisata.Awalnya, Gandi dan anak-anak muda kampong itu sering melihat rombongan mahasiswa berselfi ria di hutan itu. Pepohonan yang rimbun, suara desau daun pinus dan hawa yang sejuk ialah serombongan suasana yang membuat tempat ini sesungguhnya indah, terbukti para penyuka wisata alam menyambangi hutan itu meski masih kelewat sepi. Lambat-laun, seiring makin gencarnya media social berkembang, tempat itu mulai banyak menghiasi halaman Facebook dan Instagram anak-anak muda.“ Kami lalu berpikir, kenapa tak kami jadikan wisata sekalian,” kata Gandi. Para pemuda lantas membuat foto-foto pemandangan, merekam suasana hutan yang sejuk dan mengedarkan jepretan mereka ke sebanyak mungkin teman di dalam media social mereka. Hasilnya,” Dalam dua bulan saja jumlah kunjungan telah melonjak. Total kami membutuhkan empat bulan tuk mencapai kemajuan besar ini,” katanya.Keramian itu membuat para tetua kampung lantas setuju menyulap hutan dekat desa mereka sebagai obyek wisata. Berbagai sarana dibangun seperti toilet, tempat duduk dan warung-warung tenda. Beberapa titik hutan dibersihkan tanpa mengganggu kesuburan tanah dan tanaman di sana. “ Kini 1000 orang rata-rata tiap hari datang ke sini. Kesejukan hutan dan suasana desa sepanjang perjalanan membuat orang-orang kota amat menyukai tempat ini,” ujar Gandi.Bukan hanya membuka peluang kerja sebagai bakul bmakanan dan pemandu wisata saja, kini Desa Mtuk terus memoles dirinya sebagai desa wisata. Soalnya, selain mempunyai kekayaan alam yang elok, desa ini juga pusat pengrajin anyaman bambu turun-temurun yang telah menjual produk anyaman hingga manca negara. “ Kami akan mengolah wisata sekaligus potensi menganyam bambu sebagai atraksi wisata,” kata Syaiful, salahsatu tokoh pemuda.Tak tanggung-tanggung, para pemuda juga sedang giat belajar mengenai bagaimana membangun kenyamanan bagi wisatawan yang datang ke desa mereka, kesanggupan pelayanan ini amat serius mereka pelajari. “ Kami ingin menawarkan paket wisata menginap dengan menyediakan homestay lengkap dengan kuliner lokal, atraksi seni dan sekolah menganyam tuk para wisatawan,” kata Syaiful.Saat ini, ujar Syaiful, Mtuk sedang menggodok proses melahirkan BUMDesa tuk menjadi badan yang akan menangani potensi wisata dengan lebih serius. “ Kami menuju desa wisata. Makanya kami mulai melangkah mendirikan BUMDesa,” katanya. Tampaknya ide itu bukan perkara yang rumit lagi kini mengingat derasnya arus pengunjung yang datang tuk berleha-leha menikmati suasana hutan dan desa yang damai itu.Syaiful menjelaskan, keramaian tempat ini sontak memberikan banyak perubahan di desanya. Para pemuda kini mendapatkan beragam pekerjaan mendukung keramaian dan kenyamanan pengunjung. Mulai dari pemandu wisata, membuka warung makanan, parkir dan menjual berbagai merchandise yang selalu diburu orang ketika melancong. Mtuk hanya tinggal beberapa langkah saja menjadi desa wisata.

Source: http://www.berdesa.com/begini-cara-manyulap-hutan-jadi-tempat-wisata/

Begini Cara Menyulap Hutan Jadi Tempat Wisata | admin | 4.5