Beberapa Cara Membangun Gerakan Cinta Produk Indonesia

Wednesday, May 3rd, 2017 - Peluang Bisnis Desa

PELUANGUSAHABARU.info

Beberapa Cara Membangun Gerakan Cinta Produk Indonesia

Salahsatu syarat mutlak membuat produk Indonesia menguasai kandangnya ialah jika rakyat negeri ini mencintai produk negerinya sendiri. Sayangnya, kesadaran itu belum juga terbangun meski aneka kampanye telah membahana. Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan agar warga bangsa ini cinta dan bangga produknya sendiri. Pertama, budayakan hidup kreatif dan inovatif, terutama bagi para pengusaha termasuk para pelaku UKM. Kreatif dan inovatif ialah modal cara paling jitu tuk dapat bersaing dengan produk asing yang saat ini mendominasi pasar di negeri ini. Di sisi lain, setiap orang selalu merindukan hal yang baru, inovasi baru, kreativitas baru. Maka sebenarnya masyarakat konsumen bakal mencintai produk Indonesia jika beragam kreativitas dan inovasi bermunculan.Inovatif tak berarti harus memunculkan ide baru melainkan cukup memoles hal-hal yang telah ada dengan hal-hal baru seperti kualitas, fungsi dan harga. Di Jepang, seorang ibu rumah tangga bakal mendaftarkan hak cipta resep masakan racikannya agar tak didahului orang lain. Jangan kaget jika negeri itu selalu melahirkan banyak inovasi sebab kuatnya budaya kreatif ini.Pemerintah juga harus mendorong gerakan kreatif inovatif ini dengan kemudahan perijinan, pajak dan sebagainya. Demikian pula lembaga keuangan seperti bank yang sesungguhnya dapat berperan penting sebagai pendorong dari sisi permodalan. Bukan rahasia lagi, ada banyak orang kreatif dan inovatif di negeri ini yang memilih hengkang dari negeri tercinta dan hidup di negara lain sebab lebih dihargai di sana. Sungguh disayangkan.Gerakan cinta produk Indonesia ialah gerakan tuk membangun ekonomi nasional. Maka gerakan ini harus dilakukan secara besar-besaran dan luas. Iklan di televisi saja tentu tak cukup membangun kesadaran, butuh langkah yang lebih mendalam sebab gerakan mencintai Produk Indonesia ialah demi kesejahteraan bangsa kita sendiri.Dalam kehidupan sehari-hari di Jepang, masyarakat lebih memilih produk negaranya bahkan jika produk itu lebih mahal dibanding produk serupa impor. Dalam saat yang sama para produsen terus melakukan inovasi agar produknya dapat bersaing dengan produk impor itu sehingga warga Jepang merasa dihargai keperluannya. Hasilnya, barang impor di Jepang keok berhadapan dengan produk-produk dalam negeri. Tak hanya barang, bahkan warga Jepang terus berupaya agar bahasanya menjadi bahasa internasional.Warga Jepang amat sadar, membeli produk sendiri bahkan meski lebih mahal dari produk asing sekalipun tetap akan menguntungkan warga negaranya. Sebaliknya, semurah apapun produk asing, yang bakal mendapat untung ialah orang asing. Pemikiran itu seharusnya juga tertancap dibenak setiap orang Indonesia sehingga selalu mengutamakan produk Indonesia.Seorang dosen yang pernah bertugas di Perancis kepada peluangusaha.info berkisah, suatu hari dia menawarkan rokok kepada seorang anak muda di Perancis dan tanpa diduga si pemuda bertanya,” Apakah rokok ini Anda beli dengan pajak yang berlaku. Jika iya saya akan meminta sebatang tuk saya,” kata si pemuda. Seperti Jepang, warga pepunya menara Eiffel itu juga tak mau bicara dengan bahasa lain pada siapapun saking cintanya pada negara.Di Jerman, bahkan anak-anak muda bangga memakai kaus bergambar logo perusahaan kereta api negara itu. Aneh bukan, bagaimana dapat logo perusahaan punya pemerintah menjadi ikon yang disukai anak-anak muda. Bahkan beragam logo perusahaan lainnya. Itu menunjukkan betapa cinta mereka pada segala hal tentang negerinya.Kedua ialah tingkatkan kualitas pelayanan. Di Jepang, Jerman, Korea para produsen amat menghargai loyalitas konsumen dengan cara selalu meningkatkan kualitas produk dan pelayanan terbaik. Contohnya kereta api super cepat Sinkansen Jepang. Ini ialah kereta api yang tingkat keterlambatan jadwalnya hampir o persen dalam setahun. Uniknya, meski hanya berhenti beberapa menit saja di stasiun, pasukan cleaning service sanggup membersihkan seluruh kursi penumpangnya dengan cepat dan efisien. Pelayanan ialah paling utama di Jepang sehingga warganya amat percaya pada perusahaan-perusahaan penyedia jasa maupun produk di negerinya sendiri.Memang butuh waktu tuk menciptakan budaya cinta produk dalam negeri ini dan seluruh pihak harus terlibat secara aktif. Agar tak perlu lagi ada cerita mengenai warga yang diperlakukan tak manusiawi oleh rumah sakit sebab tak punya uang membayar biaya, tak perlu lagi birokrasi mempersulit urusan perijinan. Tak perlu lagi ada anak putus sekolah sebab tak kuat membayar dan apalagi bangga sebab memakai produk luar negeri. Dan sungguh, jangan ada lagi praktik bisnis yang justru memanfaatkan kelemahan masyarakat demi keuntungannya sendiri. Mari, Cinta Produk Indonesia mulai hari ini juga.

Source: http://www.berdesa.com/beberapa-cara-membangun-gerakan-cinta-produk-indonesia/

Beberapa Cara Membangun Gerakan Cinta Produk Indonesia | admin | 4.5