Asyiknya Menjadi Desapreneur, Tanpa Modal Malah Dapat Bayar (Bagian 2)

Monday, April 24th, 2017 - Peluang Usaha Kecil

PELUANGUSAHABARU.info

Asyiknya Menjadi Desapreneur, Tanpa Modal Malah Dapat Bayar (Bagian 2)

Sebab kapasitas modalnya yang kecil dan jauh dari berbagai akses, UMKM di desa seringkali tak dapat bertahan lama. Selain kendala modal, kalangan UMKM dan produk desa juga kesulitan memasuki lautan pasar yang luas. Usahadesa ialah E Dagang yang akan menjadi kapal besar menuju pasar luas tadi. Sedangkan Desapreneur ialah jembatan yang menghubungkan dua kepentingan besar ini. Apa keuntungan UKM dengan kehadiran Usahadesa?Usahadesa.com memfokuskan diri pada produk desa dan UMKM. Inilah E Commerce yang akan menampung, mempromosikan dan mendukung produk desa dan UMKM agar sanggup bersaing secara terbuka dengan produk lainnya dalam pasar nan luas tak berbatas. Tak perlu risau soal persaingan atau konsumen sebab setiap saat usahadesa.com akan dilihat jutaan orang, termasuk orang-orang yang menjual produk-produk di lapak ini. Jangan salah, para produsen dan anggota komunitas Usahadesa.com ialah juga konsumen sejati.Salahsatu contoh produk sapu sabut kelapa, jenis sapu ini ialah sapu yang amat populer bagi ibu rumah tangga di desa-desa seluruh Indonesia. Lewat Usahadesa.com, pembuat sapu sabut kelapa bakal dapat mendapatkan pesanan dari seluruh wilayah Indonesia bahkan luar negeri. Seandainya harus berpromosi sendiri, berapa biaya yang dibutuhkan agar produk seperti ini terlihat oleh jutaan orang dalam sekejab mata? Lewat USahadesa seluruh itu dapat.Contoh lainnya, seorang Reseller memajang produk makanan khas unik bernama Clorot, ini ialah jenis makanan dari daerah Purworejo, Jawa Tengah. Dibungkus daun kelapa muda berbentuk kerucut dan foto yang bagus,makanan ini dapat menarik minat ribuan orang di seluruh nusantara. Maka siap-siap saja si Reseller membantu si produsen mencari tenaga kerja tambahan tuk memproduksi makanan itu jika tiba-tiba pesanan membludag. Ini dapat terjadi sewaktu-waktu.Maka, memasuki pasar online berarti UMKM dan produk desa juga harus pintar memoles diri menjadi produk yang menarik dan bermutu. Tuk itulah Desapreneur hadir menjembatani agar produk-produk UMKM ini dapat memenuhi berbagai standar mutu tadi. Darimana Reseller mendapatkan income?Income seorang Reseller didapatkan dari selisih harga antara harga dari produsen dengan harga produk ketika memasukkan produk itu ke Usahadesa.com. Pendapatan ini ialah bentuk penghargaan yang sebenarnya umum dilakukan para produsen kepada pihak yang menjualkan barangnya. Demikian pula Reseller, bedanya Reseller menjual lewat online sehingga butuh kesanggupan khusus dan beberapa kerja tambahan seperti membuat foto yang bagus agar menarik, kemasan yang bagus agar ciamik dan sebagainya.Mengenai besaran penghargaan yang diterima penjual, itu hasil komunikasi dengan produsen. Yang pasti, haruslah pada batas yang wajar sebab persaingan harga bakal amat sengit pada bisnis ini. Seorang Reseller harus rajin melongok harga di berbagai toko online sehingga tak memasang harga terlalu mahal atau terlalu rendah. Yang pasti produsen harus mendapatkan keuntungan yang layak.Tapi sesungguhnya, jika pelaku usaha kecil memang mempunyai kesanggupan sendiri tuk menjual produk lewat Usahadesa, maka mereka tinggal mendaftar dan menjalankan saja. Para Desapreneur yang juga telah akrab dengan jual-beli online dan mempunyai pengetahuan internet dasar-pun juga dapat langsung ‘action’. Bagaimana jika keduanya tak punya kesanggupan itu?Usahadesa siap memberikan pelatihan. Agar gerakan kebangkitan ekonomi desa menjadi lebih massif, pelatihan harus dilakukan secara berkelompok. Kepala Departemen Pelatihan Usahadesa.com Mohammad Khoirul menyatakan, pelatihan akan dilakukan dengan memperhitungkan jumlah peserta. “ Lebih banyak lebih baik sebab kami akan menurunkan tim khusus tuk menjadi pemateri dan langsung praktik dalam pelatihan itu,” katanya. Bahkan diharapkan peserta pelatihan telah menentukan produk yang akan dijualnya ketika mengikuti pelatihan sehingga bakal langsung action begitu selesai acara. Soal biaya?Khoirul melanjut, pada dasarnya para peserta pelatihan hanya harus menanggung keperluannya sendiri dalam pelatihan itu. “ Yang terpenting ialah transfer pengetahuan dan dapat langsung berjualan di Usahadesa. Pelatihan ialah daya dukung terhadap Usahadesa, jadi kami buat semudah dan semurah mungkin,” katanya. Hanya saja agar lebih efektif, pelatihan harus menghimpun setaknya 50 orang mewakili berbagai desa. “ Sehingga Desapreneur yang kita latih dapat memberikan pengetahuan pada pemuda lainnya di desanya,” ujar dia.Asal Anda tahu, menjadi Reseller bahkan tak memerlukan modal uang. “ Tapi minimal punya smartphone yang dapat internet, sekarang ini Rp. 500 ribu pun telah dapat smartphone seperti itu.  Yang penting dapat menjalankan jualan internet dan semakin kreatif dia menjual, semakin besar peluang mendapatkan income,” kata Khoirul. Jadi, kenapa tak mulai sekarang saja?(dji-1)Foto: agroindonesia.comBaca Juga : Warung Soto Mbak Jam yang Bakal Sulit Dilupa

Source: http://www.berdesa.com/asyiknya-menjadi-desapreneur-tanpa-modal-malah-dapat-bayar-bagian-2/

Asyiknya Menjadi Desapreneur, Tanpa Modal Malah Dapat Bayar (Bagian 2) | admin | 4.5