Agar BUMDesa Tak Bangkrut Ketika Mendirikan Usaha

Sunday, May 21st, 2017 - Usaha Desa

PELUANGUSAHABARU.info

Agar BUMDesa Tak Bangkrut Ketika Mendirikan Usaha

Sebuah pertanyaan mengenai prospek usaha yang dilakukan BUMDesa ialah, sanggupkah BUMDesa mengembangkan usaha hingga menjadi raksasa mengingat keterbatasan wilayah dan sumber daya? Berikut ini beberapa hal yang harus dipersiapkan tim yang akan menjalankan usaha BUMDesa agar usahanya tak jatuh dalam kebangkrutan.Ide bisnis harus realistis. Saat membuat model bisnis lihatlah potensi pasar yang dibidik, apakah itu hanya dipertukkan bagi warga desa atau diproyeksikan tuk dapat melebar ke wilayah luas. Carilah model bisnis yang serupa dan pelajari. Ide yang tak realistis hanya akan menciptakan sederet persoalan bagi usaha yang dibangun.Hati-hati dengan Investasi. Memulai usaha dengan investasi ialah pertaruhan yang besar. Atur investasi sebaik-baiknya sehingga selalu ada rencana cadangan ketika perjalanan usaha mengalami masalah. Jangan sampai ide hebat usaha malah menciptakan hutang di kemudian hari. Bagi BUMDesa, konsekuensi mengenai penggunaan investasi jelas bukan perkara mudah sebab menyangkut kepepunyaan banyak orang.Kerja keras. Menghamburkan uang tuk membayar karyawan dapat menghabiskan modal. Maka, Anda harus bersiap kerja keras demi berjalannya usaha pada awalnya. Jika mengharuskan merekrut karyawan maka harus amat hati-hati dan selektif. Jangan sampai karyawan yang Anda rekrut justru menghalangi visi usaha yang dibangun.Hargai waktu. Anda harus selalu menghitung setiap pekerjaan yang harus dilakukan dalam bentuk rupiah. Misalnya manajemen menentukan bahwa setiap satu jam kerja bernilai Rp. 20 ribu, maka lebih baik membayar jasa orang lain Rp. 10 ribu tuk pekerjaan yang butuh waktu 2 jam mengerjakannya. Artinya, jika dapat dikerjakan perusahaan lain dengan biaya Rp. 10 ribu, Anda tak perlu menghabiskan dua jam tuk menjalankan pekerjaan itu.Menjual nilai. Memasarkan sebuah produk atau mengundang orag tuk belanja ke toko, kafe atau rumah makan kita pada awalnya tentu sulit. Sebabnya tim inti dari BUMDesa harus mempunyai kesanggupan komunikasi dengan pelanggan tuk menjelaskan bahwa barang yang Anda jual mempunyai nilai lebih baik dibanding produk orang lain sehingga amat layak dibeli dengan harga tinggi.Kuasai seluruh angka. Setiap orang yang memulai usaha harus mengetahui dengan persis seluruh bagian yang berurusan dengan pengeluaran mulai dari sewa tempat, biaya listrik, telepon, harga tinta printer dan seluruh keperluan usaha. Penguasaan atas angka ini akan menjadi acuan dasar bagi usaha tuk menetapkan target pendapatan dan operasional manajemen secara menyeluruh. Jangan sampai pengeluaran lebih tinggi dari pendapatan.Gunakan teknologi terbaru. Teknologi sanggup melipat ruang dan waktu. BUMDesa dapat mengejar ketertingalannya dengan penguasaan teknologi seperti penggunaan internet sebagai basis komunikasi dan promosi dan carilah teknologi dengan biaya yang paling murah. Lewat internet Anda dapat mendapatkan banyak software murah tuk menjalankan berbagai urusan bisnis.Vendor amat penting sebabnya harus diperlakukan sebaik-baiknya. Kepercayaan vendor pada usaha yang Anda jalankan akan melahirkan berbagai keuntungan seperti pemberian diskon bahkan dapat memberi toleransi soal pembayaran. Ingat pula, vendorlah yang membuat toko Anda mendapatkan produk tuk dijual, jadi jagalah hubungan dengan mereka sebaik-baiknya.Selalu ingin menjadi yang terbaik. Jangan setengah-setengah menjalankan pekerjaan. Apapun yang dibuat dan dijual harus dijalankan harus diupayakan dengan performa terbaik sehingga mempunyai kualitas yang dapat dijual. Soalnya setiap pengalaman yang baik yang diterima pelanggan, akan memberikan efek baik buat usaha kita sebab pelanggan kita sebenarnya ialah marketing advokasi alias pemasar yang akan menghasilkan banyak pengunjung baru dari cerita mereka ke orang lain.

Source: http://www.berdesa.com/agar-bumdesa-tak-bangkrut-ketika-mendirikan-usaha/

Agar BUMDesa Tak Bangkrut Ketika Mendirikan Usaha | admin | 4.5